Turbin Gas HA dari GE Turut Dukung Transisi Energi di Indonesia


Jakarta, OG Indonesia 
GE mengumumkan pencapaian rangkaian turbin gas berkapasitas tinggi HA, yang mencatatkan pertumbuhan tercepat di kelasnya. Turbin gas HA telah dipercaya oleh lebih dari 50 pengguna di 20 negara. Secara keseluruhan, rangkaian turbin gas HA dari GE telah menghasilkan daya listrik lebih dari 26 gigawatts (GW) dan mencapai jam operasional lebih dari 1.000.000 jam. 

Di Indonesia, turbin gas HA saat ini sedang dibangun oleh GE bersama mitra lokalnya yaitu pada PLTGU Tambak Lorok Blok 3 di Semarang, Jawa Tengah yang proses pengerjaannya sudah di atas 85% dan juga di PLTGU Jawa 1 IPP di Karawang, Jawa Barat yang proses pengerjaannya sudah di atas 90%.   

Country Leader GE Gas Power, George Djohan, menjelaskan bahwa proyek-proyek tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan GE terhadap komitmen pemerintah dalam program transisi energi Indonesia untuk dapat menggunakan energi terbarukan sebanyak 23% pada 2025 dan untuk mengurangi emisi gas kaca sebesar 29% pada 2030.

“GE Indonesia saat ini memberikan kontribusi hampir 30% dari total kapasitas pembangkit listrik nasional. Untuk itu, kami selalu berusaha memperkenalkan ide-ide baru dengan inovasi terkini untuk memberikan dukungan bagi rencana masa depan energi di Indonesia,” katanya George, Jumat (30/7/2021).

George Djohan menambahkan bahwa pembangkit listrik bertenaga gas dapat memberikan tambahan kapasitas kepada jaringan listrik untuk menerima lebih banyak daya dari pembangkit yang menggunakan energi terbarukan, yang bersifat intermiten seperti tenaga surya dan angin. “Pembangkit gas turbin juga dapat menggunakan bahan bakar hidrogen untuk mencapai target emisi karbon yang nihil,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa PLTGU Tambak Lorok Blok 3 dan PLTGU Jawa 1 IPP yang saat ini sedang dibangun merupakan salah satu pembangkit combined cycle yang paling efisien di dunia. Proyek pembangkit listrik ini merupakan bagian dari inisiatif elektrifikasi pemerintah Indonesia sebesar 35 GW.

Sejak peluncuran turbin gas kelas HA pada 2014 dan diikuti unit pertama yang beroperasi secara komersial pada 2016 dengan efisiensi siklus yang memecahkan rekor, turbin-turbin GE ini telah membantu operator-operator pembangkit listrik dalam mengurangi emisi, meningkatkan efisiensi, dan mengintegrasikan lebih banyak energi-energi terbarukan.

Kepercayaan Tingkat Global

Secara global, teknologi turbin gas HA dari GE telah digunakan oleh lebih dari 50 operator energi di 20 negara untuk mengoperasikan pembangkit combined cycle dan menghasilkan sekitar lebih dari 26 gigawatts (GW) energi dengan total lebih dari 1.000.000 jam operasi komersial. Pada tahun ini, proyek-proyek dengan turbin gas HA mendapatkan penghargaan-penghargaan terkini industri termasuk “2021 Plant of the Year”, “Plant of the World” dan “Reinvention Award”. 

Head of Product Management for Heavy Duty Gas Turbines dari GE Gas Power, Amit Kulkarni menyatakan bahwa GE secara cermat merancang turbin gas HA untuk menjadi yang terdepan dan membantu operator-operator pembangkit listrik untuk berkembang di dunia transisi energi yang kompleks, menyediakan energi berkelanjutan dan handal di masa kini dan menjadi arah tujuan teknologi di masa depan. 

“GE mengembangkan solusi-solusi pembangkit listrik gas yang fleksibel, efisien, dan bisa diandalkan karena gas merupakan pelengkap energi terbarukan yang terbaik. Kami bangga dengan momentum, perkembangan, dan kolaborasi dengan para pelanggan kami, untuk merayakan momen bersejarah ini bersama mereka,” katanya.

Pada 2021, pembangkit listrik Track 4A 1,4-GW milik Southern Power Generation, sebuah pembangkit listrik tenaga gas di Malaysia bagian selatan dengan gas turbin GE 9HA.02 yang pertama beroperasi secara komersial—salah satu model pembangkit listrik terbesar dan terefisien di dunia—diakui oleh POWER Magazine sebagai “2021 Power Plant of the Year” dan oleh Diesel & Gas Turbine Worldwide sebagai “Power Plant of the World” dan dinilai sebagai “a meaningful model for balancing climate awareness, energy affordability, and reliability in power-hungry Southeast Asia.” 

Sebagai tambahan,  peran teknologi turbin gas HA dari GE yang diadopsi di pembangkit listrik Juliangcheng milik Huadian Corp China diakui dalam program akselerasi penutupan kapasitas pembangkit listrik bertenaga batu bara yang ada, dan menggantinya dengan siklus kombinasi yang baru serta efisien yang akhirnya mendapat penghargaan “Reinvention Award” dari POWER Magazine. 

GE juga baru saja mengumumkan proyek percontohan kelas HA yang baru dan berfokus menunjukkan rangkaian pembangkit listrik yang mampu beroperasi dengan hidrogen. Portofolio turbin gas HA saat ini memiliki kemampuan membakar hingga 50% volume hidrogen saat dicampur dengan gas alam.  

Kemampuan ini bisa dicapai dengan sistim pembakaran DLN2.6e yang merupakan standar pada turbin gas 9HA.01, 9HA.02 and 7HA.03 yang ada. Hidrogen bukanlah satu-satunya cara dekarbonisasi turbin-turbin gas.  Pembangkit-pembangkit listrik combined cycle gas turbin HA dari GE bisa juga digunakan bersama sistem carbon capturepost-combustion untuk mengurangi emisi CO2 hingga 90%. R2


Turbin Gas HA dari GE Turut Dukung Transisi Energi di Indonesia Turbin Gas HA dari GE Turut Dukung Transisi Energi di Indonesia Reviewed by Ridwan Harahap on Jumat, Juli 30, 2021 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.