Jakarta, OG Indonesia -- PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menegaskan komitmennya dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui peningkatan produksi migas nasional. Komitmen tersebut disampaikan dalam Webinar DETalk bertema "Mewujudkan Ketahanan Energi Nasional, Asa Mengejar Produksi Minyak Satu Juta Barel" di Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Sebagai Subholding Upstream Pertamina, PHE saat ini mengelola sekitar 27% wilayah kerja operator di Indonesia dengan kontribusi signifikan terhadap produksi nasional, yakni sekitar 65% lifting minyak domestik dan 35% lifting gas domestik. Pada realisasi 2025, PHE mencatatkan produksi migas mencapai 1,03 juta barel setara minyak per hari (BOEPD), terdiri dari 557 ribu barel minyak per hari (BOPD) dan 2,76 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD).
Direktur Manajemen Risiko Pertamina Hulu Energi, Whisnu Bahriansyah, menyampaikan bahwa peran PHE sangat strategis dalam menjaga ketersediaan energi nasional di tengah tantangan penurunan alamiah (natural decline) dan dinamika global.
“Ketahanan energi nasional hanya bisa dicapai dengan kerja yang konsisten, terukur, dan berkelanjutan. PHE menjalankan dual growth strategy dengan tetap memaksimalkan bisnis hulu migas sekaligus membangun fondasi bisnis rendah karbon,” ujar Whisnu.
Dalam upaya menjaga dan meningkatkan produksi, PHE menjalankan berbagai program strategis, antara lain pengembangan lapangan brownfield dan greenfield, implementasi Enhanced Oil Recovery (EOR/CEOR), pengeboran intensif, hingga pemanfaatan teknologi seperti multi stage fracturing dan survei seismik. Sepanjang 2025, PHE melaksanakan 20 pengeboran sumur eksplorasi, 886 pengeboran sumur eksploitasi, workover 1.288 sumur, serta 37.259 aktivitas well intervention.
Selain fokus pada peningkatan produksi, PHE juga berkomitmen menjalankan praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) secara konsisten agar pertumbuhan energi berjalan selaras dengan tanggung jawab lingkungan dan sosial. Komitmen tersebut tercermin dari capaian ESG Rating BBB, serta penurunan emisi operasional hingga 1,6 juta ton CO₂e sepanjang 2025.
Sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam transisi energi dan pencapaian target Net Zero Emission, PHE secara agresif melakukan upaya dekarbonisasi melalui efisiensi energi, pengurangan emisi rutin, pemanfaatan energi baru terbarukan, serta pengembangan teknologi Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS/CCS) dengan potensi kapasitas penyimpanan mencapai 7,3 gigaton CO₂.
Ke depan, PHE akan terus memperkuat eksplorasi, pengelolaan lapangan marginal, serta peluang akuisisi dan kerja sama strategis, baik di dalam maupun luar negeri. Melalui langkah-langkah tersebut, PHE optimistis dapat terus berkontribusi nyata dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional. RH
Reviewed by Ridwan Harahap
on
Senin, Februari 09, 2026
Rating:




