Jakarta, OG Indonesia -- Kawasan perairan Natuna menyimpan banyak potensi dari hasil laut sampai sumber daya alam seperti minyak dan gas bumi (migas). Untuk migas, pengembangan Blok South Natuna lewat Lapangan Forel-Terubuk oleh MedcoEnergi dapat memproduksi minyak sebesar 20.000 barel per hari (BOPD) dan 60 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD). Masih ada lagi potensi migas raksasa dari East Natuna (Blok D-Alpha).
"Ada sembilan ladang (migas) di Natuna. Ladang terbaru, Forel dan Terubuk, jaraknya 65 kilometer (offshore), jaraknya dekat sekali," jelas Ahmad Sofian, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Natuna dalam acara "Diskusi Panel Potensi Ekonomi Strategis Natuna: Sektor Unggulan, Peluang Investasi, dan Dukungan Pemerintah" yang digelar di Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Walaupun jaraknya terbilang dekat, namun menurut Ahmad Sofian belum tersedia shorebase di daratan Natuna yang berfungsi sebagai pusat logistik darat dan menjadi hub utama untuk mendukung kegiatan operasional migas lepas pantai (offshore). Karena itu pihak Pemkab Natuna mengajak investor untuk turut membangun shorebase migas di wilayahnya. "Jarak yang dekat itu mungkin akan berkembang hilirisasinya kalau ada shorebase di sana," ucap Ahmad Sofian.
Dia berharap lewat forum "Diskusi Panel Potensi Ekonomi Strategis Natuna" ini akan dapat menarik investor untuk mengembangkan infrastruktur migas pendukung di kawasan Natuna. "Jadi migas yang disebutkan tadi sebegitu besarnya di Natuna, ada efeknya juga bagi investasi lainnya di luar bagi hasil," urainya.
Dalam kesempatan yang sama, secara daring Bupati Natuna, Cen Sui Lan, juga menekankan posisi strategis wilayah kabupaten yang dipimpinnya sebagai garda terdepan bagi NKRI. "Bukan sekadar fakta geografis, posisi Natuna harus menjadi peluang emas untuk menjadikan Natuna sebagai simpul logistik, pusat pelayaran dan gerbang investasi yang berskala global," tegas Bupati Natuna.
"Melalu forum investasi ini, saya mengajak seluruh pihak, para investor visioner untuk bersama-sama melihat Natuna bukan sebagai wilayah terpencil, tetapi sebagai pusat pertumbuhan baru," tambahnya. RH



