Pastikan Keberlanjutan Produksi Migas, BPMA Kawal OPL Arun dan SLS


Aceh Utara, OG Indonesia --
Dalam rangka memastikan keberlanjutan produksi migas serta mengawal pelaksanaan program strategis dalam Optimasi Pengembangan Lapangan (OPL) Arun & SLS, Wakil Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama jajaran melakukan kunjungan kerja dan monitoring ke Wilayah Kerja (WK) “B”.

Turut dihadiri oleh Wakil Kepala Nizar Saputra, Deputi Perencanaan Muhammad Makmun, serta Pengendali Program dan Anggaran Pondra Pradypta. Turut didampingi oleh Manajemen Pema Global Energi PGE yang terdiri atas General Manager Andika Mahardika, Subsurface Manager Wiendra Faridsyah, Field Manager Ruzi Abdul Muis, HSE Manager Irwanda Jalil, serta Manager Tim Facility and Engineering. 

Kegiatan ini bertujuan untuk memeroleh gambaran terkini terkait implementasi Production Sharing Contract (PSC) dan pelaksanaan OPL Arun & SLS yang bertujuan mengurangi inefisiensi operasi guna meningkatkan sales Wilayah Kerja “B” sehingga dapat meningkatkan pendapatan daerah.  

Monitoring dilakukan sebagai bagian dari upaya BPMA untuk memastikan kesesuaian antara rencana pengembangan yang telah disetujui dengan realisasi pelaksanaan di lapangan. Evaluasi mencakup berbagai aspek, mulai dari subsurface, surface facilities termasuk jadwal proyek dan proyeksi profilproduksi, aspek komersial, hingga keekonomian proyek secara keseluruhan. 

Dalam pelaksanaannya, BPMA turut meninjau perkembangan tiga program strategis yang menjadi lingkup utama dalam OPL guna peningkatan produksi dan lifting dari optimasi pengembangan lapangan Arun & SLS, antara lain pembangunan Gas Engine Generator (GEG), Gas Booster Compressor (GBC), Gas Processing Facility (GPF). 

Berdasarkan hasil pemantauan, BPMA mencatat bahwa hingga saat ini progres pelaksanaan terlihat cukup positif pada tiga program utama tersebut. Sementara itu, BPMA dan Pema Global Energi (PGE) terus melakukandiskusi intensif dalam upaya menentukan program guna dapat meningkatkan produksi di masa depan. 

Selain itu, evaluasi terhadap jadwal menunjukkan adanya kemajuan yang cukup baik. Proyek yang direncanakan akan dapat onstream pada tahun 2027 ini diharapkan dapat diselesaikan tepat waktu guna memberikan hasil yang maksimal baik bagi negara, daerah maupun kontraktor. 

Wakil Kepala BPMA, Nizar Saputra menegaskan pentingnya percepatan pelaksanaan seluruh program strategis yang telah disepakati dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja, manajemen risiko, kualitas pelaksanaan, serta prinsip tata kelola yang baik. 

“BPMA mendukung penuh seluruh upaya peningkatanproduksi migas di Wilayah Kerja ‘B’ guna memastikan keberlanjutan produksi serta pemenuhan kebutuhan feed gas untuk fasilitas pengolahan yang sedang dikembangkan. Melalui monitoring ini, kami ingin memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif terkait berbagai kendala dan tantangan yang dihadapi, sekaligus memastikan langkah-langkah mitigasi yang disiapkan dapat berjalan efektif sehinggatarget proyek dapat dicapai sesuai rencana,” ujar Wakil Kepala BPMA. 

BPMA juga mendorong seluruh pemangku kepentingan untukterus memperkuat koordinasi dan sinergi dalam menyelesaikan berbagai tantangan pelaksanaan proyek. Dengan kolaborasi yang baik antara operator, BPMA, sertapara pihak terkait lainnya, diharapkan seluruh program strategis dapat berjalan sesuai target dan memberikan manfaat optimal bagi industri hulu migas nasional. 

Melalui pelaksanaan OPL Arun & SLS, diharapkan optimasi produksi lapangan, peningkatan nilai keekonomian proyek, serta peningkatan penerimaan negara dapat terwujud secara berkelanjutan, sekaligus mendukung ketahanan energinasional dan pertumbuhan ekonomi di Aceh. RH

Pastikan Keberlanjutan Produksi Migas, BPMA Kawal OPL Arun dan SLS Pastikan Keberlanjutan Produksi Migas, BPMA Kawal OPL Arun dan SLS Reviewed by Ridwan Harahap on Senin, Juni 29, 2026 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.