Kabupaten Bogor, OG Indonesia –
Hanya sekitar satu jam perjalanan dari Jakarta, tepatnya di kawasan Olympic
CBD Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, PT Elnusa Tbk yang merupakan anak
usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE)-Subholding Upstream Pertamina, memiliki
laboratorium modern yang berperan penting dalam menyokong aktivitas hulu minyak
dan gas bumi (migas) di tanah air. Namanya mentereng: Elnusa Integrated
Laboratory.
Saat OG Indonesia dan beberapa wartawan media massa nasional tiba di lokasi laboratorium, rasa penasaran menyergap. Dari luar hanya tampak bangunan ruko dua lantai dengan beberapa motor dan mobil terparkir di halaman. Pada sisi kanan ruko di bagian atasnya terpampang tulisan besar Elnusa Group dengan logo PT Elnusa Tbk dan anak usahanya PT Elnusa Petrofin yang bersisian dengan latar merah. Sementara pada bagian bawahnya terdapat garasi dengan shelving rak besi yang memuat beberapa kontainer plastik dan kardus-kardus.
Tetapi ternyata saat memasuki bangunan lewat pintu masuk di sisi kiri ruko, nuansa merah menyambut pada bagian lobi. Sementara sisi tembok dan sisa bagian lainnya dari bangunan ruko berwarna putih bersih, seperti kesan laboratorium yang biasa kita lihat di dalam film. Di lantai 1 terdapat Drilling Fluid Laboratory untuk mengolah lumpur pengeboran yang terbagi menjadi beberapa ruangan.
Sementara di lantai 2 terdapat Specialty Chemical Laboratory dan ruang rapat. Setelah mendengar safety briefing dan sedikit perkenalan dari tim Elnusa di ruang rapat, dengan memakai jas lab panjang berwarna putih ditambah safety google dan masker, OG Indonesia dan para wartawan lainnya berkesempatan untuk masuk ke dalam salah satu lab yaitu Specialty Chemical Laboratory yang menggarap crude oil treatment, water treatment, dan CEOR (Chemical Enhanced Oil Recovery).
“Elnusa Integrated Laboratory ini menjadi pusat riset, inovasi, dan juga development product dari produk-produk Elnusa,” terang Kustanto Setiawan, Head of R&D and Laboratory dari PT Elnusa Petrofin, Jumat (14/8/2026) kepada awak media. “Lab ini unitnya kecil, kalau dari luar kelihatan seperti ruko sederhana. Tetapi ternyata sebelum kilang dan semua (kegiatan produksi migas) itu, ada inovasi duluan yang dikerjakan oleh laboratorium,” sambungnya.
Kustanto mencontohkan, untuk mengangkat minyak kental dari dalam sumur ke atas perlu perlakuan khusus agar minyak tersebut bisa lancar naik ke permukaan. “Mau diangkat dari bawah ke atas, minyaknya kental, gimana cara ngencerinnya? Mau dimasukkan thinner yang banyak, nggak semudah itu. Tetapi kami bisa buatkan chemical yang bisa ngencerin minyaknya,” bebernya.
Ada lagi kasus minyak yang masih tercampur dengan air. Kustanto menjelaskan lab Elnusa juga bisa membuat chemical yang ampuh memisahkan antara minyak dan air. “Beberapa hal-hal yang terlihat kecil, namun bisa dibilang kami aktor di belakang layar. Jarang kelihatan kontribusi lab ini tetapi dampaknya ke industri migas besar,” ucap Kustanto.
Tiga Lini Bisnis
Ibarat dapur kimia tempat meramu segala jenis kebutuhan chemical dari kegiatan operasi migas, Elnusa Integrated Laboratory tak bisa dipandang sebelah mata. Ihsan Arifin, R&D Speciality & Refinery Chemical dari PT Elnusa Petrofin dalam kesempatan yang sama memaparkan pada dasarnya ada tiga lini dari Departemen Chemical Elnusa Petrofin yaitu Drilling Fluid Chemicals, Specialty Chemicals, dan Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR).
“Jadi dari tiga unit bisnis ini ada di hulu sebelum minyaknya dibor dan dinaikkan, kemudian ada di middle atau pertengahan dimana minyaknya diolah, kemudian ada di semi hilir juga,” beber Ihsan.
Untuk lini bisnis Drilling Fluid Chemicals, Elnusa berkompeten memberikan layanan produk lumpur pengeboran. Lumpur tersebut berguna menjaga stabilitas lubang bor, membawa cuttings atau serpihan/potongan batuan ke permukaan, mengontrol tekanan formasi di dalam sumur, serta mendinginkan dan melumasi bit atau mata bor. “Lumpur ini punya spesifikasi khusus, tidak sembarangan, dan di sinilah (lab Elnusa) lumpur ini diformulasikan atau dibuat,” tegasnya.
Lalu yang kedua, lini bisnis Specialty Chemicals membuat ramuan kimia khusus yang dipakai dalam proses produksi migas, transportasi, dan fasilitas surface. Banyak racikan chemicals yang jadi andalan Elnusa, mulai dari yang berguna meningkatkan kualitas minyak dan air, melindungi fasilitas dari korosi, sampai mengatasi permasalahan emulsi, foaming, scale, hingga asphaltene.
Dan yang ketiga adalah lini bisnis CEOR yang cukup booming belakangan ini. Ihsan menuturkan bahwa ketika sumur dan reservoir di dalamnya kian menua, maka diperlukan teknik untuk menaikkan kembali perolehan minyak dengan menggunakan bantuan kimia seperti alkalin, surfaktan, dan polimer.
“Di pori-pori batuan masih ada sisa-sisa minyak, nah agar minyak itu bisa tersapu oleh air, kita bisa menggunakan ASP: alkalin, surfaktan, dan polimer. Yang mana ketiga chemicals itu akan membantu sisa-sisa minyak untuk didorong lebih baik sehingga sampai ke permukaan,” urainya.
Saat ini Elnusa tengah menggarap penyediaan chemicals yang tersebar di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan. Di Sumatra terdapat 27 proyek yang sedang berjalan di antaranya dari Pertamina Hulu Rokan (PHR), Pertamina EP, Petrochina, Bumi Siak Pusako, hingga Star Energy. Di wilayah Jawa terdapat proyek dari PHE ONWJ dan PHE OSES. Sementara dari Tanah Borneo terdapat proyek dari Pertamina Hulu Mahakam (PHM), Pertamina EP Tarakan, Pertamina EP Sangatta, dan Pertamina EP Sanga-Sanga.
“Untuk project Enhanced Oil Recovery (EOR) ada empat project di Regional 1 (Sumatra). Di Riau ada di Minas, kemudian di Riau juga ada Simple Surfactant Flooding (SSF) di Balam. Kemudian ada juga di South Sumatra di Limau sedang on going, dan yang terakhir di Lampung dan DKI Jakarta ada PHE OSES (CEOR Rama), di situ kami menyediakan flooding polimer,” beber Ihsan seraya menambahkan masih ada lagi proyek CEOR Huff & Puff di PHM.
Lampaui Nilai TKDN
Dalam menjalankan segala kegiatan di laboratoriumnya, Elnusa berkomitmen untuk memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sesuai dengan regulasi yang berlaku sehingga dapat mendukung industri yang ada di dalam negeri. “Sekarang ini diwajibkan menurut SKK Migas dan Pertamina Group minimal 25 persen, tetapi kami sekarang sudah 78 persen nilai TKDN-nya,” bangga Ihsan.
Di samping terus menambah kandungan TKDN-nya, laboratorium Elnusa juga terus melakukan optimalisasi material secara berkelanjutan, antara lain untuk produk penangkal korosi, penghambat kerak, demulsifier, PPD, hingga water clarifier. Elnusa juga terus menjalankan investasi lebih lanjut untuk peralatan-peralatan pengujian yang ada di laboratoriumnya.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan tersebut, Elnusa percaya diri untuk mengepakkan sayapnya guna terbang lebih tinggi. Tak sekadar menggarap proyek-proyek chemicals Pertamina Group tetapi juga mengambil pekerjaan dari perusahaan-perusahaan migas lainnya. Bahkan tak hanya mengerjakan proyek untuk perusahaan migas, Elnusa juga merambah services chemicals untuk perusahaan di sektor lainnya seperti tambang hingga pupuk. “Itu juga menjadi sasaran kami,” tegas Ihsan.
Dukung Pemenuhan Target Produksi Migas Nasional
Corporate Secretary PT Elnusa Tbk, Rustam Aji, menyampaikan Elnusa juga ingin terlibat untuk menyukseskan pencapaian target peningkatan produksi migas nasional, termasuk lewat Elnusa Integrated Laboratory sebagai dapur untuk meramu formula ketahanan energi. Seperti diketahui pemerintah masih memasang target produksi minyak bumi mencapai 1 juta barel per hari (BOPD) dan produksi gas bumi sebesar 12 miliar kaki kubik per hari (BSCFD) pada tahun 2030 mendatang.
“Target peningkatan produksi minyak nasional membutuhkan orkestrasi seluruh kapabilitas dalam ekosistem hulu. Elnusa mengambil peran melalui integrasi teknologi, kompetensi, dan eksekusi operasional agar setiap solusi yang kami hadirkan dapat memberikan kontribusi terukur terhadap peningkatan produktivitas aset," kata Rustam dalam keterangan resmi perusahaan, Selasa (18/8/2026).
Seperti visi Elnusa yang ingin menjadi perusahaan jasa energi yang terkemuka dan terpercaya dengan menyediakan solusi total, keberadaan laboratorium terintegrasi Elnusa di Sentul juga menjadi kepingan penting dalam menyusun mimpi besar perusahaan serta mewujudkan swasembada energi negeri.
“Kami melihat peluang (layanan chemical terintegrasi) ini bukan hanya sebagai pengembangan bisnis, tetapi sebagai bagian dari kontribusi Elnusa terhadap agenda ketahanan energi nasional,” pungkas Rustam. RH
Reviewed by Ridwan Harahap
on
Selasa, Agustus 18, 2026
Rating:



