Energy to Resilience Summer Academy 2026 Jaring 2.500 Generasi Muda Belajar Energi


Jakarta, OG Indonesia --
 Semangat pemerataan akses pendidikan energi bagi generasi muda Indonesia tercermin dalam pembukaan Energy to Resilience (E2R) Summer Academy 2026. Program nasional pertama ini resmi dimulai melalui soft opening yang diselenggarakan secara daring pada Sabtu, 1 Agustus 2026, dan berhasil mencatat lebih dari 1.050 peserta yang hadir secara bersamaan, menjadi bukti tingginya antusiasme generasi muda terhadap masa depan energi, keberlanjutan, dan transformasi digital Indonesia.

Lebih dari sekadar program pelatihan, E2R Summer Academy 2026 mengusung misi besar mewujudkan pemerataan literasi energi yang inklusif dan berkeadilan, menjangkau peserta dari seluruh penjuru Indonesia, termasuk wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Program ini berhasil menarik lebih dari 2.500 pendaftar yang berasal dari 38 provinsi di Indonesia. Sebanyak 46,6% peserta berasal dari luar Pulau Jawa, menunjukkan bahwa akses terhadap pendidikan energi kini semakin merata. Peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari siswa SMA, mahasiswa, fresh graduate, hingga profesional muda, menciptakan ruang belajar lintas generasi yang mempertemukan calon-calon pemimpin masa depan sektor energi Indonesia.

Keberhasilan menjangkau daerah-daerah di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara hingga Papua menjadi salah satu capaian penting program ini dalam mendukung pemerataan pembangunan sumber daya manusia di sektor energi.

Mempersiapkan Pemimpin Energi Indonesia

Sesi pembuka pada soft launching, menghadirkan Dr. Ir. Luky A. Yusgiantoro, Ketua Umum IAFMI, yang menyampaikan Executive Lecture bertema Masa Depan Energi Indonesia: Mempersiapkan Generasi Baru Pemimpin Energi. Dalam paparannya, Luky menjelaskan bahwa masa depan energi Indonesia akan ditentukan oleh kemampuan bangsa dalam menjaga keseimbangan Trilema Energi, yaitu: Ketahanan energi (Energy Security), Keberlanjutan lingkungan (Sustainability) dan Keterjangkauan energi (Energy Equity).

Dia juga menyoroti bagaimana dinamika geopolitik global, transformasi energi, serta perkembangan teknologi akan membentuk arah pembangunan energi nasional pada dekade mendatang. Pesan utama yang disampaikan adalah bahwa transisi energi bukan sekadar persoalan teknologi, tetapi juga kepemimpinan, inovasi, dan kualitas sumber daya manusia. Sesi ini sukses dimoderatori oleh Dr. Ir. Noezran Azwar, S, Dewan Pakar IAFMI sekaligus Head of Project Management Department SKK Migas.

Lima Pekan Belajar Bersama Para Ahli Dunia

Selama lima pekan ke depan, peserta akan mengikuti rangkaian pembelajaran berbasis Energy to Resilience (E2R) Framework, yang terdiri atas empat pilar utama: Energy, Digital Transformation & Artificial Intelligence, Sustainability dan Resilience. Berbeda dari pelatihan konvensional, peserta tidak hanya memperoleh wawasan teknis, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir strategis, kepemimpinan, inovasi, komunikasi, dan kewirausahaan. 

Program akan ditutup melalui Graduation Day, di mana peserta terbaik akan mempresentasikan Graduation Project berbasis Design Thinking dan Business Model Canvas, sebagai solusi nyata terhadap tantangan energi dan keberlanjutan Indonesia.

Penggagas ide  E2R Summer Academy. Dr. Ir. Ardian Nengkoda menyampaikan bahwa summer academy ini adalah gerakan untuk membangun pemerataan ekosistem pembelajaran nasional yang menghubungkan pengetahuan global dengan kebutuhan Indonesia. Melalui program ini, PPI Dunia menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan akses pendidikan energi yang inklusif, sekaligus menjembatani kolaborasi antara para profesional dan diaspora Indonesia di berbagai negara dengan generasi muda di tanah air. 

"Harapannya, kolaborasi tersebut mampu melahirkan calon-calon pemimpin yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu memimpin transformasi menuju Indonesia yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan berdaya saing di tingkat global," ucap Ardian.

Program Energy to Resilience (E2R) Summer Academy 2026 diselenggarakan melalui kolaborasi antara Universitas Indonesia, Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Minyak dan Gas Bumi Indonesia (IAFMI), dan PPI Dunia, sebagai pelaksana utama, termasuk Komunitas Migas Indonesia (KMI). 

Pelaksanaan program ini mendapat dukungan penuh dari INPEX serta kontribusi dari berbagai perusahaan nasional, yaitu PT Rekayasa Engineering, PT Luas Birus Utama, PT Titis Sampurna Inspection, PT Kota Minyak Internusa, PT Duraquipt Cemerlang, dan PT Control System Arena Para Nusa.

Kolaborasi antara akademisi, industri, organisasi profesi, dan diaspora Indonesia ini menunjukkan pentingnya sinergi multipihak dalam mempersiapkan talenta energi Indonesia yang mampu menjawab tantangan global. 

Dalam suasana pembelajaran di hari pertama, 1 Agustus 2026, terlihat berlangsung sangat interaktif. Lebih dari seribu peserta aktif mengikuti diskusi mengenai berbagai isu strategis, antara lain: masa depan industri energi Indonesia, peran minyak dan gas dalam transisi energi, peluang karier di sektor energi, Artificial Intelligence dan digitalisasi energi, energi baru dan terbarukan serta kontribusi generasi muda terhadap ketahanan energi nasional. Antusiasme peserta juga terlihat melalui puluhan pertanyaan yang disampaikan secara langsung selama sesi berlangsung.

Sebagai penutup, panitia menyelenggarakan kuis interaktif yang diikuti oleh lebih dari 1.000 peserta, sebagai sarana menguji pemahaman mengenai tantangan energi global dan nasional. RH

Energy to Resilience Summer Academy 2026 Jaring 2.500 Generasi Muda Belajar Energi Energy to Resilience Summer Academy 2026 Jaring 2.500 Generasi Muda Belajar Energi Reviewed by Ridwan Harahap on Senin, Agustus 03, 2026 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.