Djoko Siswanto, Kepala SKK Migas, saat memberikan sambutan dalam kunjungan ziarah Kementerian ESDM dan SKK Migas ke makam Dr. Chairul Saleh.
Salah satu tokoh yang dikenang dalam kegiatan tersebut adalah Almarhum Dr. Chairul Saleh, yang pernah mengemban amanah sebagai Menteri Perindustrian Dasar dan Pertambangan pada 1959–1964.
Ziarah dan tabur bunga menjadi momentum untuk memberikan penghormatan kepada para pendahulu sekaligus mengingat kembali perjuangan dan dedikasi mereka dalam membangun fondasi pengelolaan sumber daya alam Indonesia.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto dalam sambutannya mengatakan Chairul Saleh merupakan salah satu tokoh yang memiliki peran dalam meletakkan fondasi awal pengelolaan sumber daya alam ketika menjabat sebagai Menteri Perindustrian Dasar dan Pertambangan.
“Almarhum Dr. Chairul Saleh telah meletakkan fondasi awal pengelolaan sumber daya alam saat mengemban amanah sebagai Menteri Perindustrian Dasar dan Pertambangan pada tahun 1959–1964,” ujar Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, Selasa, 29 September 2026.
Dedikasi dan visi Chairul Saleh, Menurut Djoko Siswanto, menjadi bagian dari perjalanan panjang Indonesia dalam membangun kedaulatan industri ekstraktif nasional.
Menurut Kepala SKK Migas, penghormatan terhadap para pendahulu tidak cukup hanya dilakukan dengan mengenang jasa mereka. Semangat pengabdian tersebut harus diteruskan melalui integritas dan pelaksanaan amanah dalam menjalankan tugas.
“Penghormatan terbaik kepada para pendahulu bukan hanya dengan mengenang jasa mereka, tetapi juga dengan meneruskan semangat pengabdian, menjaga integritas, dan menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Ziarah dan tabur bunga juga dihadiri oleh keluarga almarhum Chairul Saleh, Iwan Pahlevi. Ziarah berlangsung khikmad dan dihadiri pejabat di lingkungan Kementerian ESDM, manajemen dan pegawai SKK Migas. RH



