Raih Dua Penghargaan IICD 2026, Elnusa Perkuat Tata Kelola dan Kepercayaan Investor


Jakarta, OG Indonesia --
PT Elnusa Tbk (ELNUSA, IDX: ELSA), perusahaan jasa energi terintegrasi yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, kembali menegaskan komitmennya terhadap penerapan tata kelola perusahaan yang unggul melalui raihan dua penghargaan dalam ajang The 17th IICD Corporate Governance Conference & Award 2026. 

Pada acara yang diselenggarakan Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (12/10/2026), Elnusa berhasil meraih penghargaan "Top 50 Middle Capitalization Public Listed Company" serta "Best Rights and Equitable Treatment of Shareholders" untuk kategori perusahaan tercatat berkapitalisasi menengah. Pencapaian ini menjadi pengakuan atas konsistensi Perseroan dalam memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan kepentingan pemegang saham sebagai fondasi pertumbuhan bisnis berkelanjutan.

Penghargaan "Best Rights and Equitable Treatment of Shareholders" memiliki makna strategis karena mencerminkan kemampuan Elnusa dalam memastikan perlindungan hak-hak mendasar pemegang saham serta penerapan prinsip perlakuan yang adil dan setara, termasuk bagi pemegang saham minoritas. Pengakuan tersebut sejalan dengan salah satu prioritas penguatan tata kelola pasar modal yang disampaikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yakni perlindungan hak dan kesetaraan pemegang saham. 

Bagi Elnusa, prinsip tersebut diwujudkan melalui komitmen terhadap keterbukaan informasi, penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang transparan, serta pengambilan keputusan yang mengedepankan kepentingan Perseroan dan seluruh pemegang saham.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengungkapkan bahwa kualitas tata kelola emiten Indonesia terus menunjukkan peningkatan, tercermin dari rata-rata skor ACGS yang naik dari 77,4 pada 2021 menjadi 84,4 pada 2024. OJK juga menekankan pentingnya penguatan efektivitas Direksi dan Dewan Komisaris, kualitas keterbukaan informasi, serta integrasi keberlanjutan dalam strategi bisnis. 

Perkembangan ini menjadi konteks penting bagi capaian Elnusa, yang sebelumnya memperoleh skor ACGS 96,66 dengan predikat Very Good pada penilaian tahun 2025 atas praktik tata kelola tahun buku 2024. Capaian tersebut mencerminkan kesinambungan upaya Perseroan dalam meningkatkan kualitas tata kelola sejalan dengan standar dan praktik terbaik di tingkat regional.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, dalam forum tersebut turut menegaskan pentingnya tata kelola dan transparansi untuk menjaga kepercayaan 32,4 juta investor di pasar modal Indonesia. “Di pasar modal, kepercayaan adalah modal utama,” ungkap Jeffrey. 

Ia menekankan bahwa tata kelola harus menjadi bagian integral dari nilai dan strategi bisnis perusahaan tercatat, bukan sekadar kewajiban pemenuhan regulasi. Pandangan tersebut sejalan dengan komitmen Elnusa untuk menempatkan GCG sebagai landasan dalam menjaga kredibilitas Perseroan, memperkuat hubungan dengan investor, serta memastikan pertumbuhan usaha didukung oleh pengelolaan yang bertanggung jawab.

Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji, menyampaikan bahwa kedua penghargaan tersebut merupakan hasil komitmen kolektif seluruh organ Perseroan dalam membangun budaya tata kelola yang kuat dan konsisten. 

“Bagi Elnusa, tata kelola bukan sekadar kepatuhan terhadap regulasi, melainkan fondasi kepercayaan yang menentukan keberlanjutan bisnis. Penghargaan ini semakin memperkuat komitmen kami untuk memastikan hak seluruh pemegang saham, termasuk pemegang saham minoritas, senantiasa terlindungi melalui praktik bisnis yang transparan, akuntabel, dan berintegritas. Kami meyakini bahwa kepercayaan investor harus dibangun melalui konsistensi antara komitmen, keputusan, dan kinerja Perseroan,” ujarnya.

Komitmen tersebut terus diperkuat melalui peningkatan kualitas keterbukaan informasi, efektivitas fungsi pengawasan dan pengendalian internal, penerapan manajemen risiko, serta integrasi prinsip keberlanjutan dalam proses bisnis. Elnusa juga terus mengembangkan mekanisme tata kelola yang adaptif terhadap dinamika industri dan perkembangan regulasi pasar modal. 

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Perseroan untuk memastikan setiap keputusan strategis dilaksanakan secara prudent, menjaga keseimbangan kepentingan para pemangku kepentingan, serta mendukung penciptaan nilai jangka panjang.

Elnusa memandang tata kelola yang unggul sebagai salah satu faktor pendukung transformasi dan peningkatan daya saing perusahaan. Di tengah penguatan keunggulan operasional, optimalisasi efisiensi, pengembangan teknologi dan inovasi, serta perluasan pasar non-captive, penerapan GCG menjadi landasan penting agar pertumbuhan bisnis tetap terukur dan berkelanjutan. 

“Keunggulan operasional dan tata kelola harus berjalan beriringan. Inovasi dan ekspansi bisnis akan memberikan nilai yang lebih kuat apabila didukung oleh pengambilan keputusan yang akuntabel, pengelolaan risiko yang disiplin, serta kepercayaan para pemegang saham dan pemangku kepentingan,” tambah Rustam.

Melalui dua penghargaan IICD 2026 ini, Elnusa semakin mempertegas posisinya sebagai perusahaan jasa energi terintegrasi yang tidak hanya berfokus pada pencapaian kinerja operasional dan finansial, tetapi juga pada kualitas tata kelola dan keberlanjutan usaha. 

Pengakuan tersebut menjadi motivasi bagi Perseroan untuk terus meningkatkan standar GCG, memperkuat kepercayaan investor, serta menghadirkan pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan. Dengan fondasi tata kelola yang semakin kuat, Elnusa berkomitmen untuk terus menciptakan nilai bagi pemegang saham sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan industri energi nasional. RH

Raih Dua Penghargaan IICD 2026, Elnusa Perkuat Tata Kelola dan Kepercayaan Investor Raih Dua Penghargaan IICD 2026, Elnusa Perkuat Tata Kelola dan Kepercayaan Investor Reviewed by Ridwan Harahap on Selasa, Oktober 13, 2026 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.