Abu Dhabi-Uni Emirat Arab, OG Indonesia -- Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto menjadi salah satu panelis pada sesi diskusi dengan tema “Global LNG Market Trends and Outlook”, pada Selasa (3/11/2026). Kehadiran dan keberadaannya sebagai salah satu narasumber di ADIPEC 2026 menunjukkan pengakuan akan eksistensi Indonesia sebagai salah satu pemain utama disektor LNG global.
Pada kesempatan tersebut, Djoko menjelaskan tantangan Indonesia sebagai negara produsen sekaligus eksportir gas yang menghadapi peningkatan kebutuhan energi domestik.
"Indonesia harus menjaga keseimbangan antara komitmen ekspor dan kebutuhan dalam negeri. Fleksibilitas kontrak dapat membantu pembeli dan penjual melakukan penyesuaian ketika terjadi perubahan permintaan," tuturnya.
Untuk mendukung optimalisasi pemanfaatan gas, Djoko menyampaikan ada tantangan terkait infrastruktur yang perlu terus ditingkatkan pembangunan dan kesiapannya. Tanpa kapasitas fasilitas penerimaan dan distribusi gas domestik yang memadai, pasokan gas tidak selalu dapat dialihkan ke wilayah yang membutuhkan.
Djoko juga menjelaskan adanya tantangan untuk menjaga harga gas tetap terjangkau bagi konsumen domestik, sekaligus mempertahankan keekonomian proyek agar investasi dalam kegiatan produksi gas tetap menarik.
Sebelumnya, industri hulu migas pada gelaran dalam Forum Ekonomi, Keuangan, dan Komersial (FOREK) Hulu Migas 2026 yang diselenggarakan pada 28–29 Oktober 2026 di Jakarta, pemanfaatan gas bumi dan Liquefied Natural Gas (LNG) menjadi sorotan utama melalui penandatanganan 8 kesepakatan komersial strategis untuk memperkuat pasokan energi dan ketahanan domestik.
Langkah-langkah tersebut diharapkan mendorong optimalisasi gas untuk mendukung kebutuhan domestik, sekaligus optimalisasi potensi pasar LNG Global. RH
Reviewed by Ridwan Harahap
on
Jumat, November 06, 2026
Rating:





