Rabu, 24 Juli 2019

Endress+Hauser Terus Bidik Proyek dari Sektor Migas

Henry Chia, President Director
PT Endres+Hauser Indonesia
(kedua dari kiri) saat inagurasi
kantor baru perusahaannya.
Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Endress+Hauser, perusahaan global bidang instrumentasi pengukuran, layanan serta solusi rekayasa proses industri asal Swiss, melihat potensi pasar di Indonesia cukup besar mengingat jumlah penduduk yang besar dan perekonomian yang terus tumbuh dari berbagai sektor.

"Negara Indonesia penduduknya 270 juta, jadi yang pertama sebagian besar datang dari industri food and beverages, air minum lah sampai palm oil. Kedua ada industri oil and gas karena kita negara kaya akan minyak. Yang ketiga adalah chemical dan yang keempat adalah dari air, baik air bersih maupun air kotor," terang Henry Chia, President Director PT Endress+Hauser Indonesia dalam acara inagurasi kantor baru dan perkenalan direksi baru Endress+Hauser di Tempo Scan Tower, Jakarta, Rabu (24/07).

Secara global, Endress+Hauser mempekerjakan sekitar 14.000 karyawan di seluruh dunia dan menghasilkan penjualan bersih mendekati 2,5 miliar Euro pada tahun 2018. Di mana sekitar 27% dari penjualan bersih tersebut berasal dari wilayah Asia Pasifik. "Indonesia di Asia Pasifik, karena jumlah penduduknya banyak sekali kita juga masuk (kontribusinya) setelah China, India, dan Australia," ucap Henry. 

Ditambahkan olehnya, di Indonesia tercatat ada sekitar 4.000 customer dari Endress+Hauser. Klien-kliennya antara lain Ultra Jaya, Amman Mineral, Pertamina, Chevron, Unilever, Nestle, Wilmar Group, Tetra Pak dan Cargil Group. "Tahun lalu kita grow 20 persen, tahun ini kita juga grow double digit sehingga kita bisa terus menjadi pemain utama dalam membantu industri semakin besar di otomatisasi," ujar Henry seraya mengungkapkan bahwa perusahaannya termasuk 3 pemain besar dalam layanan sejenis di Indonesia. 

Khusus untuk sektor migas, Henry mengungkapkan bahwa perusahaannya terus mencari proyek-proyek yang akan melibatkan perusahaannya. "Pertamina itu selalu punya proyek yang di setiap prosesnya itu membutuhkan instrumen yang bisa kita suplai," ucapnya.

Henry menjelaskan bahwa perusahaannya menyediakan solusi inovatif di bidang pengukuran, kontrol, dan otomasi untuk berbagai industri sehingga dapat beroperasi lebih efisien. Seperti untuk industri migas, Endress+Hauser memberikan solusi untuk kegiatan migas dari produksi migas di hulu, pengolahan di kilang sampai kegiatan di hilirnya. Juga, dari saat dimulainya pabrik baru, kilang baru, hingga tahapan maintenance-nya yang berkelanjutan. 

Henry Chia menerangkan peran perusahaannya yang cukup penting adalah untuk mengupayakan efisiensi. Misal, untuk mengisi minyak sayur harus diisi dengan pengukuran yang tepat. "Ukurnya kan tidak manual, melalui otomatisasi. Nah kita menyuplai berbagai instrumen untuk mengukur itu," kata Henry. 

Dilanjutkan olehnya, untuk suatu industri dengan skala yang sangat besar, untuk setiap 1% pengukuran yang meleset maka bisa berdampak kehilangan hingga triliunan rupiah. "Misalnya kita mengisi minyak sayur harusnya 1 liter tapi kelebihan isi, nah itu kalau dikali impact-nya bisa besar sekali. Untuk mengukur persis 1 liter itu teknologi kita yang masuk untuk mengukurnya. Kita membantu konsistensi dari produksi dan akurasinya," pungkasnya. RH