SP PLN Sambut Positif Laporan Keuangan PLN Tahun 2019 Audited


Jakarta, OG Indonesia -- PT PLN (Persero) baru saja merilis Laporan Keuangan Tahun 2019 Audited di website www.pln.co.id, di mana PLN membukukan pendapatan Rp. 285,64 triliun sepanjang tahun 2019 dan mencatat laba bersih Rp. 4,32 triliun. Serikat Pekerja PLN (SP PLN) pun menyambut positif capaian tersebut.


"Tentu saja SP PLN menyambut positif hal tersebut. Hal itu sejalan dengan apa yang telah disuarakan oleh SP PLN di bulan April yaitu SP PLN mendukung manajemen PLN untuk mengajak para mitra menyelamatkan industri ketenagalistrikan Indonesia," kata Ketua Umum SP PLN M. Abrar Ali, dalam keterangannya bersama Sekjend SP PLN Bintoro Suryo Sudibyo, Kamis (20/5/2020).

Sebagai bukti dukungan SP PLN, Abrar menceritakan bahwa seluruh jajaran pengurus SP PLN dari Sabang sampai Merauke dari tingkat DPP, DPD dan DPC telah memasang spanduk terkait renegosiasi kontrak IPP di seluruh kantor PLN dengan tujuan menyelamatkan pasokan tenaga listrik agar berkesinambungan.

Suara SP PLN tersebut telah mendapatkan respon positif dari pihak legislatif di mana pada Rapat Dengar Pendapat  Komisi VII DPR RI dengan Direktur Utama PT PLN (Persero) tanggal 22 April 2020 telah menghasilkan 8 (delapan) kesimpulan. Salah satu rekomendasi Komisi VII DPR RI adalah meminta kepada Dirut PLN untuk mengkaji dan me-review kembali proyek strategis di sektor kelistrikan  dan melakukan renegosiasi kontrak pembangkit listrik apabila diperlukan.

Dikatakan Abrar, kedua rangkaian kejadian tersebut telah memberikan harapan baru bagi insan PLN serta masyarakat pada umumnya akan kesinambungan pasokan tenaga listrik yang selama ini dikelola oleh PLN.

“SP PLN akan terus berjuang untuk mendorong dan mendukung terus segala upaya yang akan dilakukan oleh Direksi PT PLN (Persero) guna melakukan Renegosiasi Kontrak IPP dalam Proyek Pembangkit Listrik 35.000 MW agar PLN bisa terus menerangi negeri sampai ke seluruh pelosok tanah air,” kata Abrar.

Sebagai organisasi Serikat Pekerja di lingkungan PLN yang memiliki anggota tersebar dari Ibu Kota Negara hingga ke pelosok negeri, tegas Abrar, SP PLN akan memastikan bahwa semua pengurus dan anggota SP PLN terus bersinergi dengan Manajemen PLN membangun hubungan industrial yang baik dan positif serta dilandasi atas dasar saling mempercayai sehingga perseroan bisa memenuhi target yang ditetapkan pemerintah. 

Lebih lanjut Abrar menjelaskan bahwa hingga saat ini di tengah merebaknya wabah virus COVID-19, PLN tetap berkomitmen memberikan listrik gratis untuk tarif/daya R1/450 VA dan Diskon 50% untuk tarif/daya R1/900 VA selama bulan April s.d Juni 2020 (untuk pemakaian listrik bulan Maret s.d Mei 2020) sesuai yang disampaikan Presiden Joko Widodo pada tanggal 1 April 2020.

Bahkan untuk daya 450 VA Tarif B1 dan I1 akan diperpanjang hingga bulan Oktober 2020. Abrar menerangkan, hal tersebut tentu saja memerlukan dukungan semua pihak baik internal PLN maupun pihak eksternal seperti legislatif dan eksekutif khususnya terkait dengan pengelolaan anggaran yang ada agar likuiditas keuangan PLN tetap terjaga dengan baik sehingga tidak membebani pembiayaan operasional PLN dalam menjaga pasokan tenaga listrik secara berkesinambungan.

Abrar pun mengungkapkan bahwa SP PLN saat ini sedang berupaya agar dapat diperkenankan melakukan audiensi dengan pihak Komisi VII DPR RI maupun dengan pihak Istana. "Harapannya adalah dengan melakukan audiensi tersebut tercipta pemahaman yang sama darisdari pihak akan peran penting PLN sebagai aset strategis dalam menjaga pasokan tenaga listrik secara berkesinambungan," pungkasnya. R2
SP PLN Sambut Positif Laporan Keuangan PLN Tahun 2019 Audited SP PLN Sambut Positif Laporan Keuangan PLN Tahun 2019 Audited Reviewed by OG Indonesia on 11.16 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.