Buka Potensi CBM Indonesia, NuEnergy Teken Kerja Sama dengan Beijing Energy Linking


Jakarta, OG Indonesia --
NuEnergy Gas Limited (“NGY”), perusahaan energi yang berfokus pada eksplorasi, pengembangan, dan produksi Coal Bed Methane (CBM) di Sumatera Selatan, mengumumkan penandatangan kerja sama kolaborasi antara NuEnergy Gas Limited dengan PT Beijing Energy Linking anak perusahaan dari Beijing Energy International Group.

Perjanjian kerja sama kolaborasi ditandatangani oleh CEO NuEnergy Gas Limited, Lim Beng Hong dari NuEnergy Gas Limited dan dari Beijing Energy Linking,  Wang Wei, disaksikan oleh Nanang Abdul Manaf dari Kementerian ESDM serta Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, di Jakarta, Kamis, 8 Januari 2025.

Dalam sambutannya, Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto mengatakan Penandatanganan kesepakatan kolaborasi pada hari ini memiliki arti yang sangat penting, tidak hanya bagi para pihak yang terlibat, tetapi juga bagi pengembangan industri hulu migas nasional, khususnya gas metana batu bara atau CBM di Indonesia.

SKK Migas menyambut baik kesepakatan kolaborasi antara Nu Energy Gas Ltd dan PT Beijing Energy Linking, khususnya dalam penerapan teknologi pengeboran horizontal pada lapisan coal seam yang prospektif untuk CBM”, ujar Djoko.

NuEnergy memiliki empat kontrak bagi hasil (PSC) CBM aktif di Sumatera Selatan, mulai akan menjual gas dari Rencana Pengembangan (POD) 1 Tanjung Enim, proyek CBM pertama dan satu-satunya di Indonesia yang telah disetujui oleh Pemerintah yang ditargetkan onstream pada Q2 2026. 

Volume gas yang dijual tahap awal mencapai 1 MMSCFD (Million Standard Cubic Feet per Day), dan dilanjutkan dengan produksi sebesar 25 MMSCFD. Gas yang dijual akan mendukung kebutuhan pasar domestik di Pulau Jawa dengan akses jalur pipa gas utama sekitar 35 km dari PSC Tanjung Enim yang akan dikoneksikan dengan Jalur Pipa yang sudah tersedia.

CEO NuEnergy Gas Limited, Lim Beng Hong mengucapkan rasa terima kasih kepada pemerintah Indonesia yang telah mendukung dan berkomitmen dalam mengembangkan potensi energi di Indonesia.

“Rasa terima kasih kami haturkan kepada Pemerintah Indonesia, terutama Kementerian ESDM dan pimpinan SKK Migas,  atas dukungan dan komitmen dalam mengembangkan potensi energi di Indonesia,” ujar Lim.

Dengan lokasi strategis dekat kota industri Prabumulih (50 km) dan Palembang (200 km), proyek ini menjadi salah satu aset CBM terbesar dan satu-satunya di Indonesia yang berdampak positif terhadap iklim investasi CBM di Indonesia yang sebelumnya memiliki 54 Blok CBM dan sekarang hanya tersisa 4 Blok CBM yang seluruhnya dimiliki oleh NuEnergy Gas Limited

Wahyu Suharyo selaku Country General Manager menaruh harapan besar agar kerjasama ini dapat merealisasikan monetisasi gas secara masif dan membuka kembali investasi CBM ke tanah air.

“Saya berharap kerjasama ini dapat merealisasikan gas secara masif dan membuka kembali investasi CBM di tanah tanah air, sehingga tujuan strategis nasional dapat segera dirasakan manfaatnya secara nyata oleh seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Wahyu. RH

Buka Potensi CBM Indonesia, NuEnergy Teken Kerja Sama dengan Beijing Energy Linking Buka Potensi CBM Indonesia, NuEnergy Teken Kerja Sama dengan Beijing Energy Linking Reviewed by Ridwan Harahap on Jumat, Januari 09, 2026 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.