Jakarta, OG Indonesia -- Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) telah berhasil bernegosiasi dengan lima Bank Himbara yaitu Bank Mandiri, BNI, BRI, BSI dan BTN terkait amandemen pengelolaan dana Abandonment & Site Restoration (ASR) di Bank Himbara.
"Alhamdulillah, sesuai rekomendasi BPK agar diupayakan dana ASR yang tersimpan di lima Bank Himbara dapat dioptimalkan/dimaksimalkan benefitnya dari penempatan di Bank Himbara tersebut. Hasilnya, ada tambahan pendapatan kurang lebih USD10 juta. Lumayan," kata Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dalam keterangan yang diterima OG Indonesia, Rabu (4/2/2026).
Kepala SKK Migas menambahkan, pada tanggal 3 Februari 2026 telah ditandatangani amandemen antara para Presdir Pimpinan tertinggi KKKS dan para Dirut Bank Himbara dan Kepala SKK Migas.
Adapun dana ASR untuk kewajiban pemulihan lingkungan pasca operasi migas yang saat ini tersimpan di rekening bersama KKKS dan SKK Migas pada lima Bank Himbara sekitar USD3,3 miliar.
Djoksis menerangkan, sebanyak 80 dokumen amandemen PRB Dana ASR telah disusun dan 73 dokumen telah ditandatangani secara sirkuler.
Adapun penempatan dana melalui tarif jasa giro yang berhasil dinegosiasikan dari LPS – 0,1% dan variasi SOFR menjadi satu rate tunggal: LPS + 0,75%.
"Dengan demikian diperkirakan terdapat peningkatan jasa giro sekitar USD10 juta per 31 Desember 2025," terangnya seraya menambahkan bahwa jumlah tersebut diprediksi meningkat lebih lanjut pada 2026 seiring peningkatan penyetoran dana cadangan ASR.
Dia melanjutkan, dalam waktu dekat akan dibentuk tim yang terdiri dari pihak SKK Migas dan KKKS. "Tugasnya melakukan evaluasi dan memberikan rekomendasi atas perubahan suku bunga yang relevan dengan perkembangan sektor keuangan," tutup Djoksis. RH
Reviewed by Ridwan Harahap
on
Rabu, Februari 04, 2026
Rating:




