Jakarta, OG Indonesia -- Tahun Baru Imlek identik dengan kemeriahan yang khas, terlebih di kawasan Pecinan Jakarta. Tahun Kuda Api kali ini menjadi simbol harapan tentang energi, kecepatan, dan semangat yang menyala.
Di balik ornamen merah dan derap perayaan Imlek, terdapat energi yang mengalir dengan tenang, tak terdengar, namun menghidupkan aktivitas spiritual di kawasan tersebut. Energi itu adalah gas bumi dari PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN). Senyap di bawah tanah, energi ini telah mengalir menuju Vihara Avalokitesvara sejak tahun 2015, mendukung berbagai aktivitas keseharian di dalamnya.
Selama ini, energi kerap dihubungkan dengan sumber yang memantik api produktivitas dan menggerakkan roda ekonomi. Namun bagi PGN sebagai Subholding Gas Pertamina, gas bumi juga hadir untuk melayani kebutuhan sosial dan keagamaan masyarakat.
Kehadiran gas bumi di Vihara Avalokitesvara menjadi bukti bahwa layanan energi tidak hanya diperuntukkan bagi rumah tangga dan pelaku usaha, tetapi juga menjadi bagian dari penjaga kedamaian di tengah hiruk-pikuk Kota Jakarta.
Dengan rata-rata pemakaian 150–200 m³ per bulan, gas bumi mendukung operasional dapur Vihara Avalokitesvara.
“Biasanya kami gunakan untuk memasak tiga kali sehari bagi para suhu dan karyawan. Saat hari sembahyang atau kebaktian, jumlahnya bisa mencapai 300–350 porsi,” ungkap Wiwit, salah satu juru masak Vihara Avalokitesvara, Rabu (18/2/2026).
Ketersediaan gas bumi yang mengalir 24 jam turut memastikan nyala api yang stabil untuk kebutuhan memasak sehari-hari maupun saat kegiatan keagamaan berlangsung. PGN senantiasa menjaga keandalan pasokan agar seluruh kebutuhan operasional berjalan tanpa kendala. Layanan ini juga didukung oleh tenaga profesional bersertifikasi guna memastikan aspek keamanan tetap terjaga.
“Kehadiran gas bumi di Vihara Avalokitesvara merupakan wujud dukungan kami terhadap kekhidmatan masyarakat dalam beribadah. Kami berharap, gas bumi dapat membantu pengelolaan energi yang lebih efisien dan optimal bagi pengelola vihara, sehingga seluruh ritual maupun kegiatan sosial keagamaan dapat berjalan lancar,” ujar Area Head PGN Jakarta, Mohammad Makki Nuruddin.
Lebih lanjut, Makki menambahkan bahwa layanan gas bumi di vihara tersebut menunjukkan komitmen PGN dalam memberikan akses energi tanpa membedakan latar belakang pelanggan. Fokus utama PGN adalah menghadirkan kemudahan akses energi bagi berbagai kalangan masyarakat.
Makki juga berharap, layanan gas bumi di rumah ibadah dapat turut memupuk semangat toleransi dan harmoni di lingkungan sekitar.
“Kami mengedepankan layanan yang berkualitas dengan tingkat keamanan yang baik, sehingga memberikan ketenangan dalam beribadah. Sebagai energi yang lebih bersih, gas bumi diharapkan selaras dengan nilai filosofis vihara yang menjunjung harmoni dengan alam,” tutup Makki. RH
Reviewed by Ridwan Harahap
on
Rabu, Februari 18, 2026
Rating:




