Jakarta, OG Indonesia -- Transformasi digital bukan lagi sekadar proyek teknologi, melainkan perjalanan perubahan yang menyentuh cara berpikir, cara bekerja, dan cara industri bertumbuh. Komitmen inilah yang mengantarkan PT Komatsu Remanufacturing Asia (KRA) meraih penghargaan Indonesia Industry Readiness Index (INDI) 4.0 Category Smart Factory dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia yang berlokasi di Astra Honda Motor Safety Riding & Training Center, Jakarta, pada tanggal (6/2/2026). Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur KRA, Nasihin, yang mewakili perusahaan dalam seremoni penyerahan sertifikat.
Dalam sambutannya, Direktur KRA, Nasihin menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan perusahaan.
“Penghargaan INDI 4.0 ini merupakan hasil komitmen seluruh insan KRA dalam menjalankan transformasi digital secara terintegrasi. Kami membangun smart factory yang tidak hanya mengadopsi teknologi, tetapi juga memperkuat budaya kerja berbasis data, keselamatan, dan continuous improvement untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing. Ke depannya, KRA akan terus mempercepat inovasi digital sebagai bagian dari kontribusi kami bagi industri manufaktur nasional,” ujar Direktur KRA, Nasihin.
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kesiapan dan konsistensi KRA dalam mengimplementasikan transformasi digital berbasis teknologi Industri 4.0 secara terintegrasi dan berkelanjutan. Capaian tersebut juga memperkuat kontribusi perusahaan dalam mendukung program nasional Making Indonesia 4.0 yang mendorong peningkatan daya saing industri manufaktur Indonesia di tingkat global.
Melalui agenda INDI 4.0, Kementerian Perindustrian melakukan pengukuran komprehensif terhadap kesiapan industri dalam mengadopsi teknologi digital. Aspek yang dinilai mencakup sistem produksi cerdas, integrasi dan pemanfaatan data, penguatan kompetensi sumber daya manusia, kolaborasi ekosistem industri, hingga penerapan keselamatan berbasis teknologi.
Proses assessment terhadap KRA dilaksanakan pada bulan Agustus 2025 melalui evaluasi menyeluruh atas digitalisasi proses bisnis, sinergi industri, akademisi, dan pemerintah, serta penguatan sistem keselamatan kerja berbasis teknologi. Assessment ini menjadi tolok ukur penting dalam memastikan transformasi berjalan secara terarah dan berkelanjutan.
Bagi KRA, smart factory bukan sekadar otomatisasi atau sistem digital yang canggih. Namun, juga sebagai wujud integrasi antara teknologi, manusia, dan budaya perbaikan berkelanjutan. Transformasi ini memungkinkan proses remanufaktur berjalan lebih presisi, efisien, aman, dan adaptif terhadap dinamika industri. Dengan komitmen terhadap sustainability dan inovasi teknologi, KRA terus bergerak progresif dalam memperkuat fondasi industri yang tangguh dan berkelanjutan. RH
Reviewed by Ridwan Harahap
on
Rabu, Maret 04, 2026
Rating:



