![]() |
| Foto: Ridwan Harahap |
Milan-Italia, OG Indonesia -- Eni mengumumkan bahwa uji Drill Stem Test/DST dari temuan Sumur Geliga-1 mengkonfirmasi produktivitas reservoir yang luar biasa. Hasil uji menunjukkan kemampuan produksi yang tinggi. Hal ini tentunya memperkuat potensi strategis dari Cekungan Kutai serta mendukung opsi pengembangan yang dipercepat dengan memanfaatkan infrastruktur yang ada dan yang direncanakan.
"Selama DST, reservoir yang diuji mengalir dengan laju hingga 60 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), dibatasi oleh fasilitas rig, dan dengan penurunan tekanan yang sangat terbatas, yang mengkonfirmasi kemampuan produksi yang sangat baik," demikian keterangan di laman resmi eni.com yang dikutip OG Indonesia, Kamis (7/5/2026).
Berdasarkan hasil DST, sumur Geliga-1 diperkirakan akan menghasilkan laju produksi berkelanjutan sekitar 200 MMSCFD gas dan sekitar 10.000 barel per hari (bpd) kondensat.
Sumur Geliga-1 terletak di Blok Ganal di Cekungan Kutai, sekitar 70 km lepas pantai Kalimantan Timur. Dibor pada kedalaman sekitar 2.000 meter, sumur tersebut mencapai kedalaman total sekitar 5.100 meter dan menembus kolom gas yang substansial di interval Miosen yang ditargetkan, yang dicirikan oleh sifat petrofisik yang sangat baik. Hasil uji sumur lebih lanjut mengkonfirmasi penilaian awal sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf) gas dan 300 juta barel kondensat di tempat dalam interval yang ditemukan.
Penemuan baru ini terletak di sebelah penemuan gas Gula yang belum dikembangkan, yang diperkirakan memiliki sekitar 2 Tcf gas di tempat dan 75 juta barel kondensat. Evaluasi awal menunjukkan bahwa, jika digabungkan, Geliga dan Gula dapat mendukung peningkatan produksi sekitar 1.000 MMSCFD gas dan 80.000 bpd kondensat.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto menyampaikan rasa syukurnya atas kesuksesan DST yang dikerjakan oleh Eni.
"Alhamdulilah DST sumur eksplorasi di offshore Kaltim yang telah dilaksanakan minggu lalu dan minggu ini telah dinyatakan selesai. DST ini hasilnya sangat menggembirakan sekali sesuai prediksi awal bahwa ini reservoir migas nya Paten kali," kata Kepala SKK Migas seperti laporannya kepada Menteri ESDM dan Wakil Menteri ESDM yang didapat OG Indonesia.
Dari hasil DST tersebut, Djoksis menggambarkan pengembangan lapangan bisa cukup dengan 5 sumur dalam 1 platform anjungan lepas pantai. "Total gas 1.000 MMSCFD dan kondensat 60.000 BOPD. Cukup efisien, paten kan. Berkah dari Allah untuk seluruh rakyat Indonesia, Aamiin YRA," ucapnya.
Dia berharap pengembangan lapangan dapat segera langsung dimulai, didahului dengan sertifikasi cadangan oleh lembaga internasional maupun dalam negeri seperti Lemigas-Kementerian ESDM atau LAPI-ITB.
"Kurang lebih 1 bulan selesai, bulan Juni 2026. Diperkirakan cadangannya adalah 5 TCF, kemudian dilanjutkan dengan perencanaan desain umum jumlah sumur pengembangan, platform anjungan lepas pantai dan fasilitas produksi, serta keekonomian lapangan," terang Djoksis.
Kepala SKK Migas pun berharap lewat pengembangan lapangan ini akan dapat terus menyerap tenaga kerja tanpa ada jeda. "Akan terus bertambah lapangan kerja barunya seiring dengan puncak kegiatan penyelesaiaan konstruksi fasilitas produksinya," ujarnya.
Diperkirakan investasi yang akan digelontorkan untuk pengembangan lapangan sebesar US$ 8 miliar. Djoksis mengungkapkan dalam pengembangannya juga dipastikan akan mereaktifasi kembali kilang-kilang LNG di Bontang yang sudah lama idle. Diperkirakan biaya reaktifasi kilang-kilang idle tersebut adalah sebesar US$1 miliar atau Rp 17,5 triliun.
"Dengan investasi yang besar tersebut maka otomatis pertumbuhan ekonomi juga akan meningkat, baik ekonomi lokal maupun nasional. Dan yang penting juga TKDN minimal 50%, penerimaan negara maupun daerah otomatis akan meningkat sehingga asas dan tujuan pengelolaan hulu migas yang tertuang dalam UU Migas Bab II, pasal 2 & 3 setidaknya dapat diwujudkan," paparnya.
"Insya Allah dan mohon dukungan semua, kita targetkan bersama onstream-nya adalah pada tahun 2029, dengan demikian akan mempercepat ketahanan energi Indonesia semakin baik dan nyata karena gas dan kondensatnya diprioritaskan untuk kepentingan dalam negeri terlebih dahulu," pungkas Djoksis.
Pihak Eni, seperti dikutip dari laman resminya, menyampaikan bahwa rencana pengembangan (POD) saat ini memang sedang disiapkan dan diharapkan akan diserahkan kepada Pemerintah Indonesia dalam beberapa minggu mendatang.
"POD ini bertujuan untuk memungkinkan fast track pengembangan hub produksi ketiga di Cekungan Kutai yang produktif, di samping proyek gas Gendalo dan Gandang (South Hub) dan ladang Geng North dan Gehem (North Hub), dengan memanfaatkan konsep pengembangan yang saat ini sedang diimplementasikan untuk proyek North Hub," demikian keterangan resmi Eni.
Secara paralel, studi juga sedang dilakukan untuk menilai kapasitas pencairan gas di Bontang plant yang sudah termasuk dalam POD North Hub, yang berpotensi memungkinkan pengaktifan kembali hingga dua unit kilang LNG tambahan yang saat ini tidak beroperasi.
Penemuan Geliga-1 terletak di PSC Ganal, yang dioperasikan oleh Eni dengan kepemilikan 82%, sementara Sinopec memegang sisa 18%. PSC Ganal termasuk dalam portofolio 19 blok (14 di Indonesia dan 5 di Malaysia) yang akan dialihkan ke Searah, perusahaan yang dikendalikan bersama oleh Eni–PETRONAS yang diumumkan pada November 2025.
"Searah akan menggabungkan aset, pengetahuan teknis, dan kapasitas keuangan untuk mendukung pertumbuhan dan memperkuat kehadirannya di Asia Tenggara. Rencana bisnisnya mencakup pengembangan sekitar 3 miliar barel setara minyak (boe) sumber daya yang telah ditemukan, bersamaan dengan pembukaan potensi eksplorasi yang signifikan," beber keterangan di laman resmi Eni.
Eni telah hadir di Indonesia sejak tahun 2001 dan saat ini memiliki portofolio hulu yang terdiversifikasi di berbagai kegiatan eksplorasi, pengembangan, dan produksi. Produksi bersihnya sekitar 90.000 barel setara minyak per hari, terutama dari ladang Jangkrik dan Merakes di lepas pantai Kalimantan Timur. RH
Reviewed by Ridwan Harahap
on
Kamis, Mei 07, 2026
Rating:

.jpg)

