
Nasri Djalal, Kepala BPMA, saat tampil di podcast "Bukan Abuleke" di akun YouTube Kementerian ESDM.
Jakarta, OG Indonesia -- Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) Nasri Djalal menyampaikan bahwa seluruh Wilayah Kerja (WK) Migas yang ada di Aceh sudah ada pemiliknya.
"Saat ini seluruh Wilayah Kerja di Aceh sold out. Saya akan menyurati Pak Menteri (ESDM) untuk meminta Badan Geologi atau siapa pun untuk melakukan kajian terhadap potensi migas di Aceh," ucap Nasri dalam Podcast "Bukan Abuleke" di akun YouTube Kementerian ESDM yang diunggah Sabtu (2/5/2026).
Kepala BPMA mengungkapkan Aceh memiliki potensi migas yang belum tergarap terutama di wilayah timur. Nasri menjelaskan, Aceh dikelilingi dua basin besar yaitu North Sumatra Basin di sebelah utara dan Sibolga Basin di sebelah barat dan selatan. "Nah ini dua-duanya sudah kita garap," tegasnya.
Dengan seluruh WK Migas yang sudah sold out, Nasri mengatakan tetap terbuka potensi adanya WK-WK baru, termasuk dari wilayah timur Aceh.
"Konsep saya adalah memperluas yang di laut dan mempersempit yang di darat. Karena laut ini dari segi risiko lebih tinggi, dari segi investment lebih besar, dari teknologi harus lebih advance, sehingga kita perluas wilayahnya supaya menarik minat investor. Tapi kalau yang darat yang lebih murah, wilayah-wilayahnya kita persempit sehingga dapat blok-blok, wilayah kerja baru," paparnya.
Nasri mengungkapkan memiliki target untuk menambah WK Migas di Aceh sampai 20 blok. Dia menguraikan, dalam setahun dirinya menjabat sebagai Kepala BPMA akan menambah WK dari 6 menjadi 15. "Artinya dalam sisa empat tahun lagi cari lima (blok/WK) lagi lah," ujarnya. RH
Reviewed by Ridwan Harahap
on
Jumat, Mei 08, 2026
Rating:



