Program GERBANG PLN Indonesia Power Sulap Sampah dan FABA Jadi Infrastruktur Hijau Desa Wisata Padarincang
Serang, OG Indonesia -- PLN Indonesia Power melalui Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Banten 1 Suralaya menghadirkan inovasi pengelolaan limbah dan pemberdayaan masyarakat melalui Program GERBANG (Gerakan Bersama Menuju Desa Wisata Padarincang yang Hijau, Asri & Berbudaya).
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini menerapkan pendekatan Waste for Green Infrastructure yang mengubah sampah plastik, limbah FABA (Fly Ash dan Bottom Ash), serta residu pirolisis menjadi produk bernilai ekonomi berupa paving block NeoFABA untuk pembangunan infrastruktur wisata ramah lingkungan di Desa Padarincang, Kabupaten Serang, Banten.
Program GERBANG hadir sebagai respons atas berbagai tantangan lingkungan dan sosial yang dihadapi Desa Padarincang, mulai dari tingginya timbulan sampah yang berakhir di sungai, penumpukan limbah FABA dari aktivitas pembangkit, hingga tingginya angka pengangguran dan belum optimalnya pengelolaan potensi wisata lokal.
Melalui program ini, lahan kritis yang sebelumnya menjadi lokasi pembuangan sampah berhasil diubah menjadi aset wisata produktif, sekaligus mendorong pengembangan Desa Wisata Kacida Cibuntu sebagai destinasi berbasis konservasi, edukasi lingkungan, budaya, dan ekonomi masyarakat.
Secara operasional, Program GERBANG mampu mengelola sekitar 3 ton sampah per bulan, memanfaatkan 54 ton FABA per bulan, serta 50 kilogram residu pirolisis. Seluruh material limbah tersebut diolah menjadi paving block NeoFABA, inovasi pertama di Kabupaten Serang yang mengintegrasikan antara FABA, sampah plastik, dan residu pirolisis dalam satu produk konstruksi dengan kandungan 70% material limbah.
NeoFABA telah memperoleh perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan memiliki keunggulan anti lembab serta lebih ramah lingkungan dibandingkan paving block konvensional.
Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta menegaskan bahwa Program GERBANG merupakan cerminan nyata dari komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan tanggung jawab lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Menurutnya, inovasi seperti NeoFABA membuktikan bahwa limbah pembangkit dapat menjadi solusi nyata bagi pembangunan desa, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar wilayah operasional.
"Program GERBANG adalah bukti bahwa limbah bukan akhir dari siklus, melainkan awal dari sebuah solusi. PLN Indonesia Power berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang tidak hanya menjawab tantangan lingkungan, tetapi juga menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang nyata bagi masyarakat," ujar Bernadus, Jumat (19/6/2026).
Di sisi pemberdayaan ekonomi, program ini memberikan manfaat langsung kepada 84 anggota kelompok masyarakat, termasuk 53 orang dari kelompok rentan yang terdiri dari anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, pelaku UMKM, dan keluarga prasejahtera.
Peluang kerja baru terbuka melalui produksi paving NeoFABA, pengelolaan wisata, UMKM makanan khas, dan pengembangan batik lokal. Total penerima manfaat program meningkat signifikan dari 296 orang pada tahun 2023 menjadi 523 orang pada tahun 2025, dengan nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 2,33 dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) 3,90 atau berkategori Sangat Baik.
Pembangunan infrastruktur wisata juga terus berjalan meliputi jembatan wisata, panggung budaya, saung UMKM, jalur wisata, dan ruang edukasi berbasis material ramah lingkungan. Program ini juga turut berkontribusi pada ketahanan iklim melalui penghijauan buffer zone Sungai Cikalumpang, pembangunan tanggul, serta pengurangan risiko banjir di kawasan tersebut.
Melalui Program GERBANG, PLN Indonesia Power menegaskan perannya sebagai pelopor ekonomi sirkular dan inovasi sosial berbasis lingkungan, sekaligus menghadirkan model pengelolaan sampah terpadu yang berpotensi untuk direplikasi di wilayah operasional lainnya. RH
Reviewed by Ridwan Harahap
on
Jumat, Juni 19, 2026
Rating:



