Arkora Hydro Akuisisi Dua PLTS 21,3 MWp di Kepulauan Riau

Salah satu proyek PLTS yang diakuisisi Arkora Hydro yaitu proyek PLTS Terapung berlokasi di reservoir Bintan Resort Cakrawala (BRC), Bintan, Kepulauan Riau, berkapasitas 10,27 MWp yang telah resmi beroperasi pada Q1 2025, dengan kontrak 25 tahun. 

Jakarta, OG Indonesia --
PT Arkora Hydro Tbk (ARKO), secara resmi mengakuisisi 99,9% saham milik PT Endorshine Energy Solutions (“Endorshine”), perusahaan pemilik dan pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang berlokasi di Batam dan Bintan, Kepulauan Riau. 

Berdasarkan surat dari Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor AHU-AH.01.09-0393673 yang baru diterima oleh Perseroan pada tanggal 24 Agustus 2026, Endorshine telah efektif beroperasi di bawah PT Arkora Tenaga Matahari (“ATM”), anak usaha Perseroan yang secara khusus dibentuk sebagai kendaraan akuisisi Perseroan untuk memperluas portofolio ke sektor energi surya. 

Saham Endorshine dibeli dari pemegang saham sebelumnya, Yang Solar Solutions Pte Ltd dengan seluruh syarat pendahuluan (conditions precedent) yang telah terpenuhi, sehingga transaksi ini sudah selesai tanpa proses tambahan lebih lanjut. Dengan demikian, Perseroan secara resmi memiliki proyek PLTS untuk pertama kalinya.

Melalui akuisisi ini, Perseroan mengoperasikan dua PLTS dengan total kapasitas 21,3 MWp, terdiri dari fasilitas di Bintan berkapasitas 10,27 MWp dan di Batam berkapasitas 11,05 MWp. Langkah diversifikasi ini merupakan bagian dari komitmen Perseroan untuk memperkuat kontribusi terhadap pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. 

Sejak tahun 2017 hingga 2025, Perseroan berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca sebanyak ±277.241 ton CO₂eq. Dengan adanya PLTS, Perseroan semakin mampu mendukung upaya Pemerintah mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada 2060, mempertegas peran Perseroan dalam transisi energi nasional.

Dengan demikian, Perseroan telah memiliki kapasitas terkontrak sebesar 84,1 MW yang terdiri dari 6 proyek pembangkit listrik tenaga air (62,8 MW) dan 2 proyek pembangkit listrik tenaga surya (21,3 MWp) dengan total kapasitas yang ada di dalam pipeline lebih dari 300 MW. Dengan kata lain, proyek ini memperkaya jenis EBT serta persebaran lokasi pembangkit listrik milik Perseroan di tanah air.

Presiden Direktur Perseroan, Aldo Artoko, menyampaikan bahwa akuisisi Endorshine merupakan langkah strategis dalam memperkuat posisi Perseroan sebagai pelaku industri EBT yang semakin terintegrasi. 

“Akuisisi Endorshine mencerminkan komitmen kami untuk terus bertumbuh dengan tetap terbuka terhadap berbagai peluang pengembangan, baik secara organik maupun melalui langkah-langkah strategis secara anorganik. Bagi kami, pertumbuhan bukan semata-mata mengenai perluasan skala operasional, tetapi juga bagaimana setiap langkah yang kami ambil dapat menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham," ujar Aldo dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).

"Akuisisi ini juga menjadi bagian dari upaya kami untuk terus memperluas kontribusi Perseroan dalam penyediaan energi bersih, sejalan dengan visi kami untuk menerangi Indonesia dengan energi terbarukan serta mendukung percepatan transisi energi nasional,” tambah Aldo.

Ke depan, Perseroan akan terus mengembangkan portofolio energi terbarukan melalui optimalisasi aset yang telah dimiliki serta penjajakan berbagai peluang pertumbuhan yang potensial. Dengan memadukan pengalaman di sektor pembangkit listrik tenaga air dan ekspansi ke energi surya, ARKO optimistis dapat memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang sekaligus meningkatkan kontribusi dalam mendukung ketahanan dan transisi energi bersih di Indonesia. RH

Arkora Hydro Akuisisi Dua PLTS 21,3 MWp di Kepulauan Riau Arkora Hydro Akuisisi Dua PLTS 21,3 MWp di Kepulauan Riau Reviewed by Ridwan Harahap on Senin, September 14, 2026 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.