Lanjut Ekspansi, ARKO Tambah Portofolio Tiga Proyek PLTS 34 MWp Terintegrasi BESS 28,3 MWh

Peresmian Perjanjian Operational Lease EEM dan Gallant Venture Ltd.

Jakarta, OG Indonesia --
 Setelah melakukan akuisisi proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) milik PT Endorshine Energy Solutions, kini PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) melanjutkan penambahan ekspansi di sektor energi surya berupa pembangunan tiga proyek PLTS baru yang berlokasi di kota yang sama. 

Kali ini, ekspansi diperoleh melalui perjanjian operational lease dengan PT Batamindo Investment Cakrawala (“BIC”), PT Bintan Inti Industrial Estate (“BIIE”), dan PT Bintan Resort Cakrawala (“BRC”). 

Transaksi ini dilakukan melalui PT Endorshine Energi Matahari (“EEM”), anak usaha ARKO yang fokus untuk proyek PLTS. Ketiga proyek ini akan menjadi proyek PLTS ketiga, keempat, dan kelima milik ARKO, dengan total kapasitas 34 MWp yang dilengkapi dengan 28,3 MWh Battery Energy Storage System (BESS).

Kehadiran BESS pada ketiga proyek ini menjadi elemen pembeda utama dibandingkan portofolio PLTS ARKO sebelumnya. BESS memungkinkan energi surya yang dihasilkan pada siang hari disimpan dan didistribusikan sesuai kebutuhan, termasuk pada malam hari atau saat cuaca mendung, sehingga pasokan listrik tetap stabil dan andal sepanjang waktu. 

Setelah proyek PLTS pertama dan kedua Perseroan, perjanjian operational lease ini semakin menggarisbawahi babak baru bagi Perseroan karena Perseroan nantinya akan turut membangun proyek dari awal sekaligus untuk pertama kalinya mengintegrasikan teknologi penyimpanan energi (BESS). Hal ini menegaskan langkah Perseroan dalam berinovasi pada teknologi energi baru terbarukan (EBT) yang lebih mutakhir.

Dengan perjanjian baru ini, Perseroan kini memiliki total kapasitas terkontrak sebesar 118,1 MW yang terdiri dari enam proyek pembangkit listrik tenaga air (62,8 MW) dan lima proyek pembangkit listrik tenaga surya (55,3 MWp) yang didalamnya terdapat tiga proyek PLTS yang disertai dengan BESS 28,3 MWh. 

Sejalan dengan ekspansi tersebut, Perseroan masih memiliki total kapasitas yang ada di dalam pipeline lebih dari 300 MW, menegaskan peluang ekspansi lebih lanjut di sektor EBT dan mendukung upaya Pemerintah dalam mencapai target transisi energi serta Net Zero Emission (NZE) pada 2060.

Direktur Perseroan, Ricky Hartono, menyampaikan bahwa proyek PLTS yang akan berdiri di BIC, BIIE, dan BRC merupakan wujud nyata komitmen Perseroan untuk terus berinovasi dalam menghadirkan solusi energi bersih yang andal. 

“Kalau proyek PLTS pertama dan kedua yang baru saja kami akuisisi merupakan aset yang sudah siap beroperasi, kali ini kami akan membangun dari awal. Serta, untuk pertama kalinya kami akan mengintegrasikan BESS ke proyek PLTS tersebut. Ini juga merupakan upaya kami dalam memaksimalkan nilai tambah bagi para pemegang saham serta seluruh mitra kami. Hal ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus bertumbuh, baik secara organik maupun anorganik, sekaligus memperluas kontribusi Perseroan dalam penyediaan energi bersih, sejalan dengan visi kami untuk menerangi Indonesia dengan energi terbarukan dan mendukung percepatan transisi energi nasional,” tutup Ricky.

Melalui ekspansi dan inovasi yang berkelanjutan, ARKO akan terus memperkuat perannya dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Dengan menggabungkan pertumbuhan bisnis, penerapan teknologi, dan komitmen terhadap keberlanjutan, Perseroan optimistis dapat menghadirkan solusi energi bersih yang memberikan nilai jangka panjang bagi pemegang saham, mitra, dan mendukung percepatan transisi energi nasional.

Tabel: Proyek PLTS milik Perseroan

No

Peruntukan listrik

Kapasitas PV (MWp)

Kapasitas BESS (MWh)

1

PT Batamindo Industrial Park

11,1

2

PT Bintan Resort Cakrawala

10,2

3

PT Batamindo Investment Cakrawala

11,5

11,4

4

PT Bintan Inti Industrial Estate

12,5

5,6

5

PT Bintan Resort Cakrawala

10

11,3

Total

55,3

28,3

Lanjut Ekspansi, ARKO Tambah Portofolio Tiga Proyek PLTS 34 MWp Terintegrasi BESS 28,3 MWh Lanjut Ekspansi, ARKO Tambah Portofolio Tiga Proyek PLTS 34 MWp Terintegrasi BESS 28,3 MWh Reviewed by Ridwan Harahap on Selasa, September 15, 2026 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.