Dari Sayuran ke Melon Premium, PEP Sangasanga Field Dukung KWT Rosella Kembangkan Pertanian Hidroponik
Kutai Kartanegara, OG Indonesia -- PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field berhasil mendukung Kelompok Wanita Tani (KWT) Rosella dalam pengembangan budidaya hidroponik melalui Program Lingkungan Hidroponik (POLIPONIK) di wilayah Kelurahan Sarijaya, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Setelah sebelumnya berhasil mengembangkan sayuran hidroponik pada 2025, program ini berlanjut pada pengembangan komoditas buah melalui panen perdana melon premium pada Jumat (9/10/2026).
Kegiatan panen perdana ini turut dihadiri oleh manajemen PEP Sangasanga Field, Pemerintah Kecamatan Sangasanga, Balai Penyuluh Pertanian Sangasanga, Pemerintah Kelurahan Sarijaya, Perwakilan Babinsa dan Babinkamtibnas, Ketua RT 7 serta anggota KWT Rosella sebagai penerima manfaat sekaligus pengelola greenhouse.
KWT Rosella telah terbentuk sejak 2013, tetapi aktivitas pertaniannya sempat mengalami pasang surut akibat keterbatasan lahan dan risiko gagal panen. Sebelum mendapatkan pendampingan dari PEP Sangasanga Field, kelompok ini menjalankan pertanian secara konvensional di lahan terbuka dan menghadapi berbagai kendala, seperti banjir serta serangan hama. Kondisi tersebut mendorong perlunya alternatif budidaya yang lebih adaptif terhadap lingkungan sekaligus membuka peluang pengembangan usaha pertanian yang berkelanjutan.
Perkembangan program dimulai pada 2025 melalui dukungan sarana greenhouse dan pendampingan budidaya sayuran hidroponik. Bagi anggota KWT Rosella, metode ini menjadi pengalaman baru karena sebelumnya mereka belum memiliki pengetahuan mengenai teknik hidroponik.
“Melalui pendampingan bertahap, kelompok mampu melewati dua siklus panen sayuran dengan baik. Keberhasilan tersebut menjadi modal untuk mengembangkan komoditas yang lebih beragam pada 2026, yakni melon premium yang dibudidayakan di greenhouse dengan tiga varietas: Melon The Blues, Melon Sweety Lavender, dan Melon Honey Globe,” ungkap Dharma Saputra, Head of Commmunication, Relations & CID Zona 9.
Pada panen perdana ini, KWT Rosella berhasil menghasilkan 128 buah melon dengan berat rata-rata sekitar 1,7 kilogram per buah dan tingkat keberhasilan panen sekitar 95 persen. Hasil tersebut menunjukkan perkembangan kapasitas kelompok dalam menerapkan metode budidaya hidroponik, sekaligus menjadi langkah awal dalam mengembangkan komoditas buah sebagai peluang usaha baru.
Dari sisi pemasaran, KWT Rosella mulai menjajaki pemanfaatan media sosial dan sistem open pre-order untuk menjangkau calon pembeli. Per pagi hari pelaksanaan panen, sekitar 75 persen hasil panen telah terserap. Capaian awal ini menjadi peluang bagi kelompok untuk terus mengembangkan strategi pemasaran sekaligus mengenalkan hasil budidaya mereka kepada masyarakat yang lebih luas.
Dharma mengungkapkan kegembiraan dan apresiasinya kepada seluruh pemangku kepentingan atas panen perdana melon premium KWT Rosella melalui program POLIPONIK. Menurutnya, inovasi melalui pertanian hidroponik mencerminkan pendekatan strategis kami dalam memitigasi risiko lingkungan menjadi peluang ekonomi baru.
“Keberhasilan KWT Rosella dalam menjaga panen hingga 95% di tengah tantangan iklim adalah bukti bahwa integrasi teknologi hidroponik dapat menjadi motor penggerak bagi ketahanan pangan yang berkelanjutan dan inklusif,” imbuhnya.
Program POLIPONIK melibatkan 15 anggota KWT Rosella, yang seluruhnya merupakan perempuan, termasuk tiga anggota lanjut usia dan tiga anggota yang berstatus janda. Pengembangan program tidak hanya memberikan kesempatan bagi kelompok untuk mempelajari metode pertanian baru, tetapi juga membuka ruang bagi para anggota untuk mengembangkan keterampilan dan potensi usaha secara bersama-sama.
Ketua KWT Rosella mengapresiasi juga pendampingan PEP Sangasanga Field yang membuka peluang bagi kelompoknya untuk membudidayakan melon premium. “Kami sangat terbantu dengan pendampingan ini. Di tengah kemarau yang membuat sayuran hidroponik layu, melon justru dapat bertahan sehingga pemasukan kelompok tetap terjaga,” ujarnya.
Hal yang senada juga disampaikan oleh Camat Sangasanga, Sudarmadi, atas pendampingan yang sukses mewujudkan panen perdana melon premium. “Kami mengucapkan terima kasih kepada PEP Sangasanga Field yang telah aktif memajukan taraf hidup masyarakat melalui program pemberdayaan,” ujar Sudarmadi.
Melalui Program POLIPONIK, PEP Sangasanga Field terus mendorong program pemberdayaan masyarakat yang tidak berhenti pada penyediaan sarana, tetapi juga membangun keterampilan dan kemampuan kelompok untuk mengembangkan usaha secara bertahap.
“Keberhasilan KWT Rosella beralih dari budidaya sayuran ke melon premium menjadi salah satu langkah dalam memperluas peluang usaha pertanian yang lebih adaptif, produktif, dan berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan,” pungkas Dharma. RH
Reviewed by Ridwan Harahap
on
Senin, Oktober 12, 2026
Rating:

.jpeg)


