Perkuat Sinergi Keselamatan Operasi Hulu Migas, PHM Gelar Sosialisasi Terpadu Bagi Masyarakat Anggana
Kutai Kartanegara, OG Indonesia -- PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menggelar Sosialisasi Terpadu bertajuk “Keselamatan dan Keamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas) Adalah Tanggung Jawab Kita Bersama”, di Balai Pertemuan Umum, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (6/10/2026).
Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh perwakilan 9 Pemerintah Desa, yakni Desa Muara Pantuan, Sepatin, Tani Baru, Tanjung Berukang, Kutai Lama, Handil Terusan, Sidomulyo, Anggana, dan Sungai Mariam. Hadir juga perwakilan kelompok masyarakat, seperti nelayan, Kelompok Tani Hutan, dan Masyarakat Peduli Api (MPA).
Narasumber kegiatan sosialisasi terpadu ini berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Kartanegara, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur, KSOP Samarinda, Tim POMA (Pipeline Operations Maintenance Agreement) dan PHM.
Head of Communication Relations & CID PHM, Achmad Krisna Hadiyanto, menjelaskan pentingnya sosialisasi ini sebagai langkah strategis perusahaan untuk memastikan dukungan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keamanan dan keselamatan operasi hulu migas demi keberlanjutan produksi dan ketahanan energi nasional.
“Di tengah dinamika geopolitik dunia, keberlanjutan produksi migas PHM memberikan kontribusi nyata terhadap kemampuan negara kita untuk menyediakan energi yang diperlukan bagi kegiatan ekonomi masyarakat dan pembangunan Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan sosialisasi terpadu bertujuan membangun harmonisasi dan pemahaman bersama antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.
“Melalui sosialisasi terpadu ini, kami ingin memastikan informasi mengenai keselamatan dan aktivitas operasi hulu migas dapat dipahami oleh masyarakat terutama yang beraktivitas di sekitar wilayah operasi perusahaan,” imbuhnya.
Narasumber PHM dan POMA mengedukasi masyarakat mengenai keselamatan di sekitar wilayah operasi migas. Materi yang disampaikan mencakup keselamatan pelayaran di Delta Mahakam, aktivitas penangkapan ikan, kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta keselamatan di sekitar jaringan pipa minyak dan gas.
Dalam kegiatan ini, PHM juga meningkatkan kewaspadaan masyarakat, khususnya nelayan, terhadap potensi bahaya di sekitar platform dan jalur pipa dengan mengimbau mereka untuk tidak memasuki zona terlarang serta memberikan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan jangkar sesuai prosedur untuk mencegah kerusakan jaringan pipa yang dapat mengganggu operasional perusahaan serta menimbulkan risiko keselamatan dan dampak terhadap lingkungan.
Sementara itu, Penata Keselamatan dan Keamanan Pelayaran Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda, Kornelius Borus, memaparkan topik seputar keselamatan pelayaran, termasuk kewaspadaan pada titik river crossing pipa migas pada saat kondisi air surut serta aktivitas manuver kapal pada titik di wilayah daerah terbatas pipeline river crossing (RC-14). Sementara itu, DKP Provinsi Kalimantan Timur menjelaskan mengenai zona perairan dan ketentuan aktivitas perikanan di kawasan Delta Mahakam.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Pencegahan BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara, Mohd. Farid, memberikan edukasi kepada peserta kegiatan mengenai teknik dasar pengendalian karhutla dan pentingnya keselamatan diri bagi relawan.
Antusiasme peserta terlihat melalui sesi diskusi yang membahas berbagai kondisi di lapangan, mulai dari aktivitas nelayan di sekitar wilayah operasi, lintasan alat berat pada jalur pipa, kebutuhan sarana penanganan karhutla, hingga pertanyaan masyarakat terkait indikasi bercak minyak di perairan.
Terkait kegiatan ini, Camat Anggana, Rokip, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut dan berharap komunikasi antara masyarakat dan perusahaan dapat terus diperkuat.
“Kami berharap jalinan komunikasi dan penyampaian aspirasi kepada perusahaan dapat berjalan dengan baik dan saling mendukung, sehingga persoalan yang terjadi di lapangan dapat dievaluasi bersama,” ujar Rokip.
Sosialisasi Terpadu menjadi ruang dialog bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus membangun pemahaman tentang keselamatan dalam beraktivitas sehingga dapat terhindar dari potensi risiko bahaya sekaligus mendukung operasi migas yang selamat, khususnya di perairan Delta Mahakam.
“Kami meyakini pentingnya kontribusi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keamanan dan keselamatan fasilitas dan operasi hulu migas sebagai obvitnas demi ketersediaan dan ketahanan energi Indonesia,” pungkas Achmad. RH
Reviewed by Ridwan Harahap
on
Senin, Oktober 19, 2026
Rating:





