Jakarta, OG Indonesia -- Badak LNG kembali menegaskan posisinya sebagai benchmark keselamatan industri energi Indonesia dengan meraih empat penghargaan prestisius dalam ajang Indonesia QHSE Sustainability for Business Award 2025 (IQSA 2025). Pencapaian ini memperkuat rekam jejak perusahaan yang telah mempertahankan 19 tahun tanpa Lost Time Injury (LTI) — sebuah perjalanan panjang yang dibangun bukan dari slogan, tetapi dari konsistensi budaya yang hidup.
IQSA 2025, yang diselenggarakan oleh Business Asia Indonesia bersama Forum QHSE BUMN Konstruksi, memberikan apresiasi kepada pelaku industri yang aktif mendorong penerapan QHSE secara unggul dan berkelanjutan.
Budaya SHEQS Badak LNG tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui perjalanan panjang yang pernah diwarnai insiden, LTI, hingga fatality. Titik balik terjadi pada Desember 2006 ketika perusahaan berkomitmen bahwa LTI terakhir harus menjadi yang terakhir.
Sejak itu, Badak LNG bergerak melampaui sekadar kepatuhan dan membangun budaya keselamatan generatif yang terbukti tetap stabil meski melewati pergantian direktur utama, rotasi manajemen, dan perubahan struktur organisasi. Keselamatan tidak lagi sekadar kewajiban, tetapi telah menjadi DNA perusahaan.
Untuk menjaga konsistensi tersebut, Badak LNG menerapkan berbagai intervensi budaya yang dirancang sesuai karakter pekerja, mulai dari Attitude Reinforcement Technique (ART), SHEQ Tour and Review (STAR), hingga SHEQ Talk dan kampanye SHEQ berbasis kolaborasi dengan pekerja, mitra kerja, keluarga, serta masyarakat Bontang.
Seluruh program ini terintegrasi dalam kerangka 3-P: People, Process, dan Plant, sehingga nilai keselamatan tidak hanya dipahami, tetapi benar-benar dijalankan dengan disiplin di setiap lini operasi perusahaan.
Berkat konsistensi dan komitmen tersebut, Badak LNG berhasil meraih empat penghargaan utama IQSA 2025, yaitu:
•The Best Company Concerned QHSE
•The Best Innovation for QHSE
•The Best CEO for Corporate QHSE Excellent, diberikan kepada President Director & CEO Badak LNG, Achmad Khoiruddin
•The Best Manager QHSE, diberikan kepada Senior Manager SHE&Q Badak LNG, Padang Wikar Hapsoro.
Penghargaan ini sekaligus menjadi pengakuan atas dedikasi dan pencapaian luar biasa Badak LNG dalam menerapkan prinsip Quality, Health, Safety, Environment (QHSE) dan mendorong pembangunan berkelanjutan di lingkungan perusahaan maupun masyarakat. Penghargaan diserahkan pada Kamis (27/11/2025) di Hotel Sultan, Jakarta, dan diterima langsung oleh Achmad Khoiruddin serta Padang Wikar Hapsoro.
Dalam sambutannya, Achmad Khoiruddin menegaskan kembali komitmen kuat Badak LNG terhadap SHEQ. “Penghargaan ini membuktikan bahwa Badak LNG konsisten menjalankan bisnis dengan mengedepankan aspek SHEQ. Komitmen ini tidak akan berhenti, karena tidak ada alasan produksi apa pun yang dapat mengabaikan keselamatan dan mutu,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berperan dalam pencapaian ini. “Terima kasih kepada seluruh pekerja, mitra kerja, dan seluruh stakeholder yang terus mendukung dan menjalankan program-program SHEQ dengan baik. Prestasi ini adalah milik kita bersama,” tambahnya.
Keberhasilan ini menegaskan posisi Badak LNG sebagai perusahaan dengan standar penerapan SHEQ yang tinggi, sekaligus menunjukkan bahwa kolaborasi kuat seluruh tim mampu menghasilkan kinerja yang unggul. Langkah ini menjadi bagian dari kontribusi Badak LNG dalam mendukung visi “Indonesia Emas 2045”, melalui penguatan budaya kualitas, keselamatan, dan keberlanjutan sebagai fondasi kemajuan industri nasional dan kesejahteraan masyarakat. RH
Reviewed by Ridwan Harahap
on
Sabtu, November 29, 2025
Rating:



