AMMAN Perkokoh Posisi sebagai Produsen Tembaga dan Emas Terintegrasi Penuh


Jakarta, OG Indonesia -- 
PT Amman Mineral Internasional Tbk (IDX: AMMN) (“AMMAN”
) pada hari ini, Kamis (26/3/2026) mengumumkan hasil kinerja keuangan dan operasional tahun 2025. Melalui entitas-entitas anak usahanya, PT Amman Mineral Nusa Tenggara dan PT Amman Mineral Industri, AMMAN kini menjadi perusahaan yang terintegrasi penuh dari pertambangan hingga permurnian, serta merupakan produsen tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia.

“Tahun 2025 merupakan tahun transisi yang sangat penting bagi AMMAN. Peralihan ke penambangan Fase 8—yang ditandai dengan kadar bijih yang lebih rendah—bersamaan dengan proses peningkatan kapasitas (ramp-up) smelter, menimbulkan tekanan operasional jangka pendek. Namun, kami berhasil mencapai berbagai tonggak strategis, terutama menuntaskan transformasi menjadi produsen tembaga dan emas yang terintegrasi penuh," kata Arief Sidarto, Direktur Utama AMMAN dalam keterangannya.

Dia memaparkan, sepanjang tahun 2025, smelter AMMAN mengalami penghentian sementara pada Juli dan Agustus 2025 untuk perbaikan Flash Converting Furnace dan Sulfuric Acid Plant. Pekerjaan ini merupakan aktivitas yang kompleks dan krusial untuk memastikan keandalan peralatan dan stabilitas operasional. 

"Setelah perbaikan selesai, operasi smelter kembali stabil menjelang akhir tahun. Secara paralel, kami memperoleh izin ekspor konsentrat sementara pada akhir Oktober 2025, yang memberikan fleksibilitas tambahan selama fase ramp‑up smelter," terangnya.

Ditambahkan olehnya, Perusahaan juga mencatat pencapaian penting di hilirisasi, termasuk produksi perdana katoda tembaga pada Maret 2025 dan produksi emas murni pertama pada Juli 2025. "Pencapaian ini menunjukkan kemajuan struktural dalam memperkuat nilai tambah di sepanjang rantai pasok," tuturnya.

Di sisi penambangan, operasi berlangsung disiplin dan sesuai dengan rencana tambang. Seiring penyesuaian urutan penambangan, total material yang ditambang menurun, namun akses terhadap bijih segar dari Fase 8 meningkat sesuai rencana. "Meskipun kadar bijih lebih rendah selama masa transisi ini, kami berhasil melampaui panduan kinerja satu tahun untuk produksi konsentrat dan emas," ungkapnya.

Arief melanjutkan, kinerja keuangan tahun 2025 mencerminkan dampak larangan ekspor konsentrat di awal tahun serta proses ramp‑up smelter. "Meski demikian, kami membukukan penjualan bersih sebesar US$1.847 juta, dengan kinerja yang menguat di paruh kedua, di mana kontribusi Q4 mencapai sekitar 70% dari penjualan setahun penuh seiring stabilnya operasi smelter tembaga dan Precious Metal Refinery (“PMR”)," jelasnya.

Dilanjutkan olehnya, EBITDA perusahaan mencapai US$1.057 juta dengan margin sebesar 57%, sementara laba bersih tercatat sebesar US$258 juta dengan margin 14%. "Capaian ini mencerminkan dampak transisi tahun ini, termasuk dimulainya penambangan Fase 8 dan tantangan ramp‑up smelter yang memberikan tekanan sementara terhadap margin," terang Arief.

Memasuki tahun 2026, Arief mengatakan prioritas perusahaan adalah memastikan kinerja smelter yang stabil dan berkelanjutan. Di saat yang sama, proyek ekspansi utama, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (“PLTGU”), fasilitas regasifikasi LNG, serta ekspansi pabrik konsentrator—tetap berjalan sesuai rencana dan akan semakin memperkuat ketahanan operasional serta daya saing biaya perusahaan.

"Terlepas dari tantangan jangka pendek, fundamental jangka panjang untuk komoditas tembaga dan emas tetap sangat kuat. Kami akan terus fokus pada eksekusi yang disiplin, optimalisasi biaya, dan keunggulan operasional untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi
para pemegang saham dan pemangku kepentingan kami,” tegas Arief. RH

AMMAN Perkokoh Posisi sebagai Produsen Tembaga dan Emas Terintegrasi Penuh AMMAN Perkokoh Posisi sebagai Produsen Tembaga dan Emas Terintegrasi Penuh Reviewed by Ridwan Harahap on Kamis, Maret 26, 2026 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.