![]() |
| Kepala SKK Migas Djoko Siswanto saat memberikan kultum dalam acara buka puasa Guspenmigas di Jakarta, Jumat (6/3/2026). |
Jakarta, OG Indonesia -- Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengungkapkan dalam beberapa hari terakhir seluruh dunia menyaksikan sendiri bagaimana kondisi global saat ini tidak sedang baik-baik saja dengan adanya ketegangan di Timur Tengah, yang berimbas pada kenaikan harga minyak dan potensi gangguan suplai energi global.
"Ini bukan sekadar angka produksi, target lifting, kenaikan harga minyak atau gangguan suplai energi. Ini menyangkut energi nasional, ekonomi, dan kepercayaan dan bahkan bisa berdampak pada rumah tangga," kata Kepala SKK Migas saat memberikan kultum dalam acara buka puasa bersama Gabungan Asosiasi Usaha Penunjang Energi dan Migas Indonesia (Guspenmigas) di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Dia menambahkan, apalagi jika melihat kondisi industri hulu migas hari-hari ini juga sedang berada dalam fase yang tidak mudah. Di tengah upaya meningkatkan lifting migas nasional, industri hulu migas Tanah Air justru dihadapkan dengan berbagai kejadian, mulai dari pipa bocor di WK Cepu, pipa bocor di WK Bawean, pipa pecah TGI, hingga kondisi pembangkit NDC dari MCTN di Rokan yang tidak bisa mengalirkan listrik ke PHR. "Semua itu berdampak pada penurunan produksi minyak yang cukup signifikan," ucap Djoko Siswanto.
Karena itu menurutnya, semua pihak terkait harus memiliki semangat yang baru dan lebih siap untuk menghadapi tantangan yang akan muncul. "Sebagai perumpamaan, mobil yang baru tune-up service rutin pasti akan lebih siap berlari kencang dibanding dengan mobil yang tidak di-service," kiasnya.
Dan dalam momen Ramadan 1447 H saat ini, jelas Djoksis, setiap insan mungkin melihat puasa sebagai alasan untuk mengurangi aktivitas dan kecepatan dalam bekerja. "Namun, sesungguhnya, apabila kita melihat dari sisi lain, puasa sebenarnya adalah momen yang tepat untuk me-restart tubuh dan jiwa kita," tegasnya.
Kepala SKK Migas pun mengutip firman Allah dalam surah At-Taubah ayat 105 yang memerintahkan manusia untuk bekerja keras dan beramal saleh secara ikhlas, karena Allah, Rasul-Nya dan orang mukmin akan menyaksikan perbuatan tersebut.
"Di sinilah integritas diuji. Ketika situasi normal, semua terlihat baik-baik saja. Tetapi ketika ada tekanan, gangguan operasional, penurunan produksi, di situlah karakter muncul. Apakah kita akan lari dari tekanan dan masalah, atau bangkit bersama mencari solusi?" tanyanya.
"Coba kita renungkan firman Allah dalam surah Al Baqarah ayat 214 yang menegaskan bahwa: 'tidak akan masuk surga sebelum seseorang diuji, di mana umat beriman akan ditimpa berbagai cobaan, kesulitan dan ketakutan sebagaimana umat terdahulu'," sambung Kepala SKK Migas.
Dia menambahkan, menjaga semangat dan produktivitas di tengah tekanan itu memang tidak mudah. "Gangguan operasional adalah kesulitan. Penurunan produksi adalah kesulitan. Tekanan target adalah kesulitan. Tapi Allah menjanjikan, bersama kesulitan itu ada kemudahan. Kemudahan itu bisa datang ketika kita tidak menyerah dan tetap gigih dalam mencari solusi. Kemudahan itu bisa berupa sistem yang diperbaiki, kolaborasi yang makin kuat, atau lahirnya inovasi," paparnya.
Industri hulu migas adalah industri berisiko tinggi. Tekanan tinggi di bawah tanah bisa menyebabkan kebocoran jika tidak dijaga dengan baik. Begitu pula tekanan dalam kehidupan.
"Ketika kita merasa berat memikul tanggung jawab besar ini, ingat firman Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 286: 'Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.' Kalau hari ini industri ini diuji, kalau hari ini kita diuji dengan target dan tantangan, itu karena Allah tahu kita mampu menghadapinya," terang Djoksis.
Sebagai penutup, dalam masa Ramadan ini, Kepala SKK Migas mengingatkan bahwa momen Ramadan bukan hanya meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga momen untuk berbagi walau sedikit, memberi tanpa pamrih, membersihkan hati dari iri dan sombong, memperkuat semangat dan komitmen untuk bekerja dengan amanah dan bertanggung jawab.
"Mari kita meningkatkan kolaborasi, semangat berjuang, dan produktivitas untuk di masa depan. Aamiin ya Rabbal ‘alamin," pungkasnya.
Acara buka puasa bersama Guspenmigas ini dihadiri para perwakilan dari berbagai asosiasi-asosiasi/ organisasi-organisasi antar perusahaan dari industri penunjang energi dan migas, antara lain: Gapenri, APMI, INSA, IISIA/Gapipa, Apitindo, Asmeti, Apropipe, Aprokip, APCI, AFABI, Inpemigas, dan API - IWS. RH
Reviewed by Ridwan Harahap
on
Minggu, Maret 08, 2026
Rating:



