Jakarta, OG Indonesia -- Direktur Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara, menilai masyarakat lebih membutuhkan sistem kelistrikan yang andal dan tidak mudah terganggu dibanding sekadar kompensasi pasca-blackout.
Menurut Marwan, blackout berskala besar telah mengganggu aktivitas ekonomi, layanan publik, hingga kegiatan masyarakat di berbagai daerah. Karena itu, evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan Sumatra dinilai menjadi hal yang jauh lebih penting pascagangguan.
“Yang paling dibutuhkan masyarakat sebenarnya adalah kepastian bahwa kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Karena kalau blackout terus berulang, kerugian masyarakat akan jauh lebih besar dibanding kompensasi yang diterima,” ujar Marwan, Minggu (31/5/2026).
Marwan menjelaskan, regulasi saat ini memang mengatur mekanisme kompensasi berupa pengurangan tagihan listrik bagi pelanggan pascabayar atau tambahan token bagi pelanggan prabayar sesuai tingkat mutu pelayanan PLN.
Berdasarkan aturan yang berlaku, besarannya sekitar 20% hingga 35% dari biaya beban atau rekening minimum dan diperhitungkan pada tagihan atau pembelian token berikutnya.
Namun menurutnya, mekanisme tersebut pada dasarnya hanya membantu meredakan dampak dalam jangka pendek dan tidak akan sepenuhnya menggantikan kerugian ekonomi maupun sosial yang dirasakan masyarakat saat blackout terjadi.
Penerapan kompensasi dalam sistem kelistrikan tentu mengikuti aturan dan hasil evaluasi penyebab gangguan yang terjadi. “Namun yang paling dibutuhkan masyarakat saat ini adalah memastikan blackout besar tidak kembali terulang,” katanya.
Marwan mengatakan, blackout berskala besar juga tidak menguntungkan siapa pun karena dampaknya dirasakan luas oleh masyarakat maupun operasional sistem kelistrikan itu sendiri.
“Jangan sampai kompensasi hanya menjadi solusi sesaat sementara blackout besar masih berpotensi kembali terjadi. Yang dibutuhkan masyarakat adalah sistem kelistrikan yang semakin andal,” lanjut Marwan.
Ia menilai evaluasi pasca-blackout perlu difokuskan pada penguatan jaringan transmisi, sistem proteksi, dan mitigasi risiko agar sistem kelistrikan semakin adaptif terhadap cuaca ekstrem maupun gangguan eksternal lainnya.
Selain itu, Marwan meminta investigasi penyebab blackout dilakukan secara transparan agar publik mengetahui faktor pemicu gangguan sekaligus langkah perbaikan yang akan dilakukan ke depan.
“Pada akhirnya masyarakat tentu berharap dapat menikmati layanan listrik yang andal, stabil, dan tetap tangguh menghadapi cuaca ekstrem maupun berbagai gangguan lainnya,” tutup Marwan. RH
Reviewed by Ridwan Harahap
on
Minggu, Mei 31, 2026
Rating:




