Jakarta, OG Indonesia -- Indonesia Energy Corporation (NYSE American: INDO) ("IEC"), perusahaan eksplorasi dan produksi minyak dan gas yang berfokus di Indonesia, pada Selasa (26/5/2026) mengumumkan bahwa mobilisasi rig untuk sumur K-29 telah selesai seiring rig telah berhasil dipasang di lokasi sumur dan dipusatkan pada lubang. Sumur K-29 merupakan sumur pertama dari dua sumur yang direncanakan dibor selama tahun 2026 di Blok Kruh seluas 64.000 hektare.
Industri minyak Indonesia baru-baru ini menghadapi tantangan operasional yang signifikan, termasuk banjir akibat cuaca anomali dan kekurangan bahan bakar diesel terkait konflik di Timur Tengah. Kondisi ini, dikombinasikan dengan peningkatan persaingan untuk personel rig yang berkualitas dan bersertifikasi penuh, telah menyebabkan penundaan di seluruh sektor.
Terlepas dari tantangan-tantangan ini, IEC telah berhasil memajukan persiapan untuk operasi pengeboran selama tahun 2026. IEC saat ini memperkirakan jadwal pengeboran jangka pendek berikut untuk sumur K-29, sebagai berikut:
- Instalasi dan penyiapan rig selesai — awal Juni 2026
- Penyiapan rig dan kesiapan kru selesai — pertengahan Juni 2026
- Pengujian fungsi selesai — pertengahan hingga akhir Juni 2026
- Inspeksi pemerintah selesai — akhir Juni 2026
- Tanggal mulai pengeboran — akhir Juni 2026
Setelah penyelesaian sumur K-29, IEC berencana untuk memulai kegiatan pengeboran di WK-5 sebagai bagian dari program pengeboran Blok Kruh.
Kampanye pengeboran ini datang pada waktu yang menguntungkan bagi IEC karena harga minyak global telah menguat di tengah ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.
“Kami sangat senang dengan kemampuan tim operasional kami dalam mengatasi tantangan logistik dan tantangan industri yang tak terduga yang memengaruhi pasar Indonesia dan global," ucap Presiden IEC, Frank Ingriselli, seperti dikutip dari situs resmi perusahaan.
Dia menegaskan IEC akan tetap fokus pada pelaksanaan program pengeboran secara efisien dan akan terus memberi informasi kepada pasar seiring berjalannya fase operasional penting ini.
"Kami percaya aset kami di Indonesia, dikombinasikan dengan lingkungan harga minyak saat ini, menempatkan IEC pada posisi yang baik untuk memajukan strategi kami dalam memaksimalkan pengembalian investasi dan meningkatkan nilai pemegang saham," pungkasnya.
Indonesia Energy Corporation Limited (NYSE American: INDO) adalah perusahaan energi yang terdaftar di bursa saham dan bergerak dalam akuisisi dan pengembangan proyek energi strategis dan berpotensi tumbuh tinggi di Indonesia.
Aset utama IEC adalah Blok Kruh (63.000 hektar) yang terletak di daratan Pulau Sumatra, dan Blok Citarum (195.000 hektar) yang terletak di daratan Pulau Jawa. IEC berkantor pusat di Jakarta, Indonesia, dan memiliki kantor perwakilan di Danville, California. RH
Reviewed by Ridwan Harahap
on
Jumat, Mei 29, 2026
Rating:




