Kisah Nur Azmi Menjaga Marwah UMKM Umah Oleh-Oleh Rokan Hilir

Nur Azmi (tengah Kerudung Hijau) berhasil mengangkat penjualan Produk UMKM yang ada di Rokan Hilir melalui Umah Oleh-Oleh Bagansiapiapi

Rokan Hilir, OG Indonesia --
Di mata Nur Azmi, Rokan Hilir adalah tanah yang kaya dan dermawan. Lautnya melimpah, hasil buminya menghidupi banyak daerah, dan tangan-tangan masyarakatnya tak pernah berhenti bekerja. Namun di balik besarnya potensi itu, tersimpan kenyataan yang selama bertahun-tahun dirasakan masyarakat lokal: mereka hanya menjadi penonton di rumah sendiri.

Hasil laut, olahan pangan, dan berbagai komoditas lokal selama ini lebih banyak dijual dalam bentuk mentah. Nilai tambah justru dinikmati pihak luar yang mengolah, mengemas, dan memasarkannya kembali dengan harga berkali-kali lipat. Sementara itu, ibu rumah tangga dan para pelaku usaha kecil di Rokan Hilir hanya memperoleh keuntungan yang terbatas dari kerja keras mereka.

Kondisi tersebut menggugah hati Nur Azmi. Ia percaya masyarakat lokal tidak boleh terus berada di posisi belakang dalam rantai ekonomi daerahnya sendiri. Potensi besar yang dimiliki masyarakat, menurutnya, membutuhkan arah, wadah, dan keberanian untuk naik kelas bersama.

Melalui Komunitas UMKM Umah Oleh-Oleh yang bernaung di bawah UKM IKM Nusantara Rokan Hilir, Nur Azmi mengambil peran sebagai Ketua Kelompok. Ia meyakini bahwa Rokan Hilir membutuhkan sebuah “sentra” yang mampu menyatukan produk-produk lokal menjadi kekuatan ekonomi yang solid dan berdaya saing.

“Umah Oleh-Oleh bukan hanya tempat menjual produk. Ini adalah rumah bersama bagi pelaku UMKM untuk tumbuh, belajar, dan percaya bahwa produk lokal juga mampu bersaing,” ujar Nur Azmi.

Langkah Nur Azmi dan kelompoknya kemudian mendapat dukungan dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melalui Program Pemberdayaan UMKM, Pemuda, dan Perempuan. Bagi PHR, pemberdayaan masyarakat bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menghadirkan pendampingan yang mendorong masyarakat menjadi mandiri dan berkelanjutan.

Melalui program tersebut, sebanyak 80 kelompok UMKM di Rokan Hilir mendapatkan pendampingan menyeluruh, mulai dari inkubasi produk, pelatihan kemasan (packaging), branding, hingga pengurusan legalitas usaha. 

Tidak berhenti di sana, PHR juga memfasilitasi pengembangan pasar melalui Gerai Umah Oleh-Oleh di Bagan Siapi-api sebagai bagian dari penguatan integrated market bagi produk lokal.

Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi pelaku UMKM bukan hanya sebagai penerima manfaat, melainkan sebagai pelaku ekonomi aktif yang mampu memperluas pasar, meningkatkan kualitas produk, dan menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat sekitar.

Bagi Nur Azmi, pelatihan dan pendampingan hanyalah bahan bakar. Mesin utamanya adalah keberanian untuk berubah. Sebagai pemimpin kelompok, ia berada di garis depan untuk membangun kepercayaan diri para pelaku UMKM yang sebelumnya merasa minder terhadap produk mereka sendiri.

Ia mendorong administrasi usaha yang lebih tertata, legalitas produk yang lebih lengkap, hingga pemanfaatan pemasaran digital melalui e-commerce. Di bawah kepemimpinannya, Umah Oleh-Oleh bertransformasi menjadi lebih dari sekadar gerai produk lokal, tetapi menjadi identitas kebanggaan masyarakat Rokan Hilir.

Perubahan tersebut kini terlihat nyata. Jika sebelumnya omzet kelompok hanya berkisar Rp10 juta hingga Rp15 juta per bulan, kini setelah mendapatkan pendampingan PHR, omzet meningkat signifikan menjadi Rp25 juta hingga Rp40 juta setiap bulannya. Lebih dari 80 hingga 100 jenis produk olahan lokal kini dipasarkan dengan jangkauan yang semakin luas.

Namun bagi Nur Azmi dan para pelaku UMKM, perubahan terbesar bukan hanya soal peningkatan pendapatan, melainkan tumbuhnya rasa percaya diri masyarakat terhadap produk lokal mereka sendiri. Produk yang dulunya dikemas sederhana kini tampil lebih modern, elegan, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Kini, Umah Oleh-Oleh telah menjelma menjadi “sentra” dalam arti yang sesungguhnya: pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat yang lahir dari kolaborasi, semangat gotong royong, dan keberanian untuk berkembang bersama.

“Saya tidak ingin melihat mereka hebat sendiri-sendiri. Saya ingin kita semua naik kelas bersama. Umah Oleh-Oleh adalah bukti bahwa saat tangan-tangan lokal bersatu dengan dukungan yang tepat, tidak ada mimpi yang terlalu tinggi untuk dicapai,” ungkap Nur Azmi.

Manager CID PHR Regional 1, Iwan Ridwan Faizal mengatakan bahwa pengembangan UMKM lokal merupakan bagian penting dari upaya menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan. 

Menurutnya, program pemberdayaan tidak hanya berfokus pada peningkatan pendapatan, tetapi juga membangun kapasitas, kepercayaan diri, dan daya saing pelaku usaha lokal agar mampu berkembang secara berkelanjutan.

“PHR percaya bahwa masyarakat lokal memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi daerah sendiri. Karena itu, kami hadir melalui program pemberdayaan untuk membuka ruang tumbuh bagi UMKM agar mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Iwan.

Ia menambahkan, keberhasilan Umah Oleh-Oleh menjadi salah satu contoh nyata bagaimana kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat mampu menghadirkan dampak ekonomi yang berkelanjutan.

“PHR berkomitmen untuk terus menghadirkan program pemberdayaan yang mampu menciptakan dampak nyata bagi masyarakat. Kami mengajak seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk terus mendukung kelancaran operasional industri hulu migas. Dukungan tersebut sangat penting dalam menjaga keandalan operasi dan ketahanan energi nasional, di mana PHR menjadi salah satu tulang punggung produksi migas Indonesia,” tambahnya.

Keberadaan Umah Oleh-Oleh hari ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara masyarakat dan perusahaan dapat melahirkan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan. Dari sebuah gerakan kecil yang dimulai dengan keyakinan, kini Umah Oleh-Oleh tumbuh menjadi denyut nadi ekonomi lokal yang menjaga marwah produk UMKM Rokan Hilir agar tidak lagi sekadar menjadi penonton, melainkan pemain utama di tanahnya sendiri. RH

Kisah Nur Azmi Menjaga Marwah UMKM Umah Oleh-Oleh Rokan Hilir Kisah Nur Azmi Menjaga Marwah UMKM Umah Oleh-Oleh Rokan Hilir Reviewed by Ridwan Harahap on Selasa, Mei 12, 2026 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.