.jpg)
Foto: Ridwan Harahap
Jakarta, OG Indonesia -- PT Medco Energi
Internasional Tbk mengumumkan hasil keuangan untuk kuartal pertama tahun 2026. Roberto Lorato, CEO perusahaan mengatakan bangga dengan peningkatan EBITDA
dan Laba Bersih yang didukung oleh kenaikan produksi, serta kontribusi yang
semakin membaik dari segmen ketenagalistrikan dan pertambangan pada awal tahun 2026 ini.
"Ketegangan geopolitik di Timur Tengah menyebabkan harga minyak meningkat pada Maret, yang memberikan dampak positif bagi penjualan likuid dan gas ekspor kami,” kata Roberto Lorato dalam keterangannya, Jumat (1/5/2026).
Untuk ikhtisar keuangan, tercatat Laba Bersih meningkat signifikan menjadi AS$ 67 juta, didukung oleh kinerja operasional yang lebih kuat dan kontribusi dari Amman Mineral Internasional, EBITDA juga meningkat menjadi AS$ 351 juta, lebih tinggi dibandingkan Q1 2025, didorong oleh peningkatan produksi dan harga realisasi minyak yang lebih baik.
Sementara biaya produksi minyak dan gas sebesar AS$ 9,0/boe, angka tersebut masih tetap dalam panduan tahunan perusahaan. Adapun harga minyak rata-rata terealisasi untuk kuartal pertama meningkat menjadi AS$ 75/barel dari AS$63/barel pada Q4 2025. Harga minyak terealisasi untuk Maret sebesar AS$ 94,0/barel mencerminkan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Harga gas juga meningkat menjadi AS$ 7,2/mmbtu dari AS$ 6,7/mmbtu pada Q4 2025.
Lebih lanjut, pendapatan perusahaan meningkat menjadi AS$ 668 juta, naik 19% YoY, terutama karena volume minyak dan gas yang lebih tinggi dari tambahan partisipasi di Corridor serta produksi baru dari lapangan Forel dan Terubuk.
Untuk belanja modal sebesar AS$ 90 juta, dengan AS$ 88 juta dialokasikan untuk pengembangan minyak dan gas, serta sebesar AS$ 2 juta untuk proyek ketenagalistrikan. Kas dan setara kas sebesar AS$ 598 juta, mencerminkan aktivitas pengelolaan utang yang berkelanjutan.
Sedangkan untuk rasio utang bersih terhadap EBITDA tetap stabil di 1,7x, menunjukkan disiplin keuangan yang berkelanjutan.
Medco juga mampu empertahankan peringkat kredit Pefindo idAA-, serta peringkat kredit internasional BB- dari Fitch, BB- dari S&P, dan Ba3 dari Moody’s, yang mencerminkan stabilitas keuangan dan pengelolaan modal yang disiplin.
Ikhtisar Operasional Minyak dan Gas
Untuk produksi minyak dan gas meningkat menjadi 169.000 boepd, naik 18% YoY, dari aset Natuna, Corridor, Senoro, dan Oman meskipun terjadi gangguan sementara pada pipa TGI yang telah diselesaikan pada April.
Kegiatan pengembangan Sakakemang terus berlangsung, dengan target produksi gas tahap pertama pada Q3 2027 yang akan terintegrasi dengan infrastruktur Corridor.
Sementara, PSC Cendramas telah ditandatangani pada tanggal 31 Maret, menandai kembalinya MedcoEnergi ke Malaysia sebagai operator blok minyak lepas pantai tersebut. Medco juga berhasil melakukan eksplorasi melalui penemuan Khaleel (Simsim NW-01) di Karim Small Fields, Oman
Ketenagalistrikan
Dari lini ketenagalistrikan, tercatat penjualan listrik meningkat menjadi 1.053 GWh, naik 21% YoY, didorong oleh peningkatan keandalan DEB, ekspansi ELB, serta aset lainnya. Khusus untuk porsi penjualan energi terbarukan meningkat signifikan menjadi 28,5% dari total penjualan listrik, mendukung strategi transisi energi MedcoEnergi.
Amman Mineral Internasional
Sementara untuk kinerja Amman Mineral Internasional, dilaporkan perusahaan dapat memproduksi 101 juta pon tembaga dan 136 ribu ons emas, serta melakukan pemurnian lanjutan sebesar 27,7 ribu ton katoda tembaga dan 66,2 ribu ons emas murni. Adapun panduan produksi tahun penuh 2026 sebesar 485 juta pon tembaga dan 579 ribu ons emas.
Amman mampu memberikan kontribusi berkelanjutan terhadap kinerja dengan laba bersih sebesar AS$ 34 juta pada Q1 2026. Sementara untuk kegiatan peningkatan kapasitas smelter terus berlangsung selama kuartal ini, mendukung penciptaan nilai hilir.
Panduan Tahun 2026
Medco menyampaikan, untuk panduan tahun 2026 ini, produksi minyak dan gas ditargetkan sekitar 165.000-170.000 boepd. Lalu untuk penjualan ketenagalistrikan sebesar 4.550 GWh. Adapun biaya produksi minyak dan gas di bawah AS$ 10/boe. Sedangkan belanja modal minyak dan gas sebesar AS$ 415 juta dan ketenagalistrikan AS$ 15 juta.
Hilmi Panigoro Direktur Utama PT Medco Energi Internasional Tbk, mengatakan, kinerja kuartal pertama perusahaan mencerminkan fokus berkelanjutan MedcoEnergi pada keunggulan operasional, pengelolaan keuangan yang disiplin, dan pertumbuhan jangka panjang.
"Kami tetap berkomitmen untuk memperkuat portofolio dan memberikan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan," tegas Hilmi. RH
Reviewed by Ridwan Harahap
on
Jumat, Mei 01, 2026
Rating:



