Pentingnya Strategi Komunikasi Politik untuk Tangani Pekerja Migran yang Terjebak Online Scammer


Medan, OG Indonesia --
Maraknya kasus pekerja migran Indonesia (PMI) yang menjadi korban praktik online scammer di Kamboja mendorong lahirnya penelitian mengenai strategi komunikasi politik pemerintah dalam upaya penanganannya. 

Peneliti sekaligus penerima Hibah Penelitian Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026, yaitu Dr. Nani Nurani Muksin dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), dan Muhamad Hapipi mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi UMJ, mengungkapkan bahwa penelitian ini sebagai bagian dari pengumpulan data dilaksanakan di Balai Pelayanan Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Utara melalui Focus Group Discussion (FGD). 

Selain FGD, juga dilakukan wawancara mendalam kepada para sumber informasi dari para pejabat Kementerian P2MI, IOM, ILO dan para Pekerja Migran Indonesia yang pernah bekerja di Kamboja. 

Penelitian bertajuk Strategi Komunikasi Politik Pemerintah dalam Penanganan Online Scammer di Kamboja bagi Pekerja Migran Indonesia tersebut bertujuan mengidentifikasi bagaimana komunikator, pesan, media, komunikan, dan strategi dalam penanganan online scammer di Kamboja bagi pekerja migran. 

“Fenomena online scammer di Kamboja bukan hanya persoalan kejahatan siber, tetapi juga persoalan komunikasi publik. Karena itu diperlukan strategi komunikasi politik yang mampu menjangkau masyarakat sejak sebelum mereka memutuskan bekerja ke luar negeri,” ujar Dr. Nani saat FGD di BP3MI Sumatera Utara, Kamis 2 Juli 2026. 

Menurutnya, komunikasi pemerintah harus mampu menghadirkan informasi yang mudah dipahami masyarakat, terutama kelompok usia produktif yang menjadi sasaran perekrut non prosedural melalui media sosial dan platform digital.

Ia menilai penyebaran informasi mengenai migrasi aman tidak cukup hanya dilakukan secara formal, tetapi juga harus memanfaatkan berbagai kanal komunikasi digital yang dekat dengan masyarakat.

Kepala BP3MI Sumatera Utara, Kombes Pol. Budi Novijanto, menyambut baik penelitian tersebut. Menurut dia, hasil riset akademik sangat dibutuhkan sebagai dasar penyusunan kebijakan dan strategi komunikasi pemerintah dalam melindungi calon pekerja migran Indonesia.

“Melalui penelitian ini diharapkan lahir rekomendasi yang dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam mencegah semakin banyak warga Indonesia menjadi korban jaringan online scammer,” ujarnya.

Dalam FGD tersebut, para peserta juga membahas berbagai tantangan penanganan kasus, mulai dari pola rekrutmen digital, rendahnya literasi migrasi aman, hingga pentingnya kolaborasi lintas kementerian dan lembaga dalam menyampaikan pesan-pesan pencegahan kepada masyarakat.

Muhamad Hapipi, mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) sekaligus pegawai pada Biro Umum Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), mengatakan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi penguatan kebijakan komunikasi pemerintah dalam melindungi pekerja migran Indonesia dari praktik perekrutan non prosedural yang berujung pada eksploitasi online scammer. 

“Dari perspektif komunikasi, diperlukan strategi komunikasi politik yang lebih efektif, adaptif, dan mampu menjangkau kelompok masyarakat yang rentan menjadi sasaran perekrut melalui media digital. Melalui penelitian ini, kami ingin menghasilkan rekomendasi berbasis akademik yang dapat mendukung penyusunan kebijakan komunikasi publik,” ujar Hapipi.

Ia menambahkan, kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan para pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menghasilkan strategi komunikasi yang mampu meningkatkan literasi migrasi aman sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap berbagai modus kejahatan transnasional yang memanfaatkan media digital.

“Harapannya, hasil penelitian ini tidak hanya berhenti sebagai luaran akademik penerima hibah Kemdiktisaintek, tetapi juga dapat menjadi masukan strategis  dalam menyusun pola komunikasi publik yang  berdampak untuk melindungi Pekerja Migran Indonesia yang ingin bekerja di luar negeri,” kata Hapipi. RH

Pentingnya Strategi Komunikasi Politik untuk Tangani Pekerja Migran yang Terjebak Online Scammer Pentingnya Strategi Komunikasi Politik untuk Tangani Pekerja Migran yang Terjebak Online Scammer Reviewed by Ridwan Harahap on Senin, Juli 06, 2026 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.