Dukung Keamanan dan Keberlanjutan Hulu Migas di Aceh, BPMA Perkuat Sinergi dengan TNI AD


Jakarta, OG Indonesia --
Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) Mawardi Nur melakukan kunjungan kehormatan kepada Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat (Aster Kasad) Mayjen TNI Rachmad Zulkarnaen di Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dalam menciptakan kondisi keamanan, ketertiban, serta stabilitas wilayah yang mendukung keberlangsungan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di Aceh.

Dalam kunjungan tersebut, Kepala BPMA Mawardi Nur didampingi Deputi Dukungan Bisnis BPMA Edy Kurniawan, Senior VP Onshore asset KKKS Medco E&P Malaka, I Nyoman A. Sidi  Mantra, General Manager KKKS Medco E&P Malaka Tutu Paniji, dan General Manager KKKS PGE Andika Mahardika.

Sementara dari jajaran TNI AD hadir Brigjen TNI Jamaluddin, selaku Waaster Kasad Bidang Renminter, Kolonel Inf Hipni Maulana Farhan, selaku Paban VII/Kermater Sterad, beserta jajaran.

Kepala BPMA Mawardi Nur menyampaikan apresiasi atas kesempatan dan penerimaan yang diberikan jajaran TNI AD. Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya BPMA membangun komunikasi dan memperkuat sinergi dengan TNI AD, terutama dalam mendukung terciptanya lingkungan operasi hulu migas yang aman dan kondusif.

“Semangat Bapak Presiden dalam mendorong investasi melalui Asta Cita, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional, membutuhkan dukungan dari seluruh pihak. Karena itu, kami berharap ke depan keamanan dan kondusivitas di wilayah kerja migas Aceh dapat terus ditingkatkan,” ujar Mawardi, Kamis (3/9/2026).

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada TNI AD atas kontribusi dan upayanya selama ini dalam menjaga keamanan serta stabilitas di Aceh.

“Kami mengapresiasi upaya TNI dalam menjaga keamanan selama ini di Aceh. Bagi kami, keamanan merupakan salah satu fondasi penting bagi keberlanjutan investasi dan kegiatan hulu migas,” katanya.

Mawardi menjelaskan, kegiatan hulu migas di Aceh memiliki posisi strategis, tidak hanya dalam menjaga kesinambungan produksi dan mendukung ketahanan energi nasional, tetapi juga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Saat ini, WK A Medco E&P Malaka dan WK B PGE merupakan bagian penting dari kegiatan hulu migas di Aceh. Keberlanjutan operasi kedua wilayah kerja tersebut membutuhkan ekosistem yang sehat, mulai dari kepastian investasi, dukungan pemerintah, penerimaan masyarakat, hingga keamanan dan stabilitas wilayah.

“Keberhasilan kegiatan hulu migas tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis dan investasi. Ada faktor sosial, masyarakat, dan stabilitas wilayah yang juga sangat menentukan keberlanjutan operasi,” jelas Mawardi.

Atas dasar itu, BPMA berharap dukungan pembinaan teritorial (Binter) TNI AD dapat terus diperkuat melalui koordinasi dan sinergi bersama BPMA serta KKKS, khususnya di wilayah operasional WK A dan WK B.

Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga mampu memperkuat komunikasi antara perusahaan dan masyarakat, mencegah potensi gangguan sosial, serta membangun ruang kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Dalam pertemuan tersebut, Aster Kasad Mayjen TNI Rachmad Zulkarnaen menekankan pentingnya optimalisasi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Kami berharap optimalisasi program CSR, manfaatkan lahan-lahan potensial untuk kita kelola dan mengajak masyarakat. Ini akan menjadi pakem kehidupan bagi masyarakat sekitar perusahaan. Tugas kita mengontrol dan mengawasi,” ujar Rachmad.

Menurutnya, pendekatan terhadap masyarakat harus dilakukan dengan membangun hubungan yang baik, membuka ruang pemberdayaan, serta menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. “Permudah hidup masyarakat, rangkul mereka dan berdayakan,” tegasnya.

BPMA memandang pendekatan tersebut sejalan dengan upaya membangun kegiatan hulu migas yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah bagi daerah dan masyarakat.

Mawardi menegaskan bahwa penguatan komunikasi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan merupakan bagian penting dari upaya menjaga keberlanjutan kegiatan hulu migas di Aceh.

“Pada akhirnya, yang kita harapkan adalah bagaimana kegiatan hulu migas dapat berjalan aman, investasi terus tumbuh, produksi dapat ditingkatkan, dan masyarakat di sekitar wilayah operasi ikut merasakan manfaatnya,” tutup Mawardi.

Kunjungan kehormatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk semakin memperkuat koordinasi antara BPMA, TNI AD, dan KKKS dalam menciptakan ekosistem hulu migas Aceh yang aman, kondusif, produktif, serta memberikan kontribusi bagi ketahanan energi nasional dan kesejahteraan masyarakat Aceh. RH

Dukung Keamanan dan Keberlanjutan Hulu Migas di Aceh, BPMA Perkuat Sinergi dengan TNI AD Dukung Keamanan dan Keberlanjutan Hulu Migas di Aceh, BPMA Perkuat Sinergi dengan TNI AD Reviewed by Ridwan Harahap on Jumat, September 04, 2026 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.