PMEP Turut Buka Akses Pendidikan untuk Anak Pekerja Migran Indonesia di Malaysia

Berkat peran KBRI dan stakeholder terkait seperti PMEP, anak-anak pekerja migran Indonesia yang ada di Distrik Klang, Selangor, Malaysia, bisa mendapatkan pendidikan yang layak.  

Selangor-Malaysia, OG Indonesia –
Raut ceria menghiasi wajah anak-anak berkaos merah dan celana hitam di hari yang menjelang siang itu. Kendati matahari yang beranjak naik mulai bersinar terik, anak-anak tersebut asik bermain di bawah naungan bangunan beratap seng bergelombang yang ditopang rangka baja. Ada yang tengah bersenda-gurau dengan teman-temannya. Ada yang bermain sepeda. Ada pula yang tengah asik menikmati jajanan atau sekadar menghabiskan waktu di dalam kelas.

Mereka adalah anak-anak pekerja migran Indonesia usia Sekolah Dasar (SD) yang belajar di salah satu Sanggar Bimbingan (SB) yaitu Pusat Pendidikan Warga Negara Indonesia (PPWNI) Insan Malindo yang ada di Distrik Klang, Selangor, Malaysia.

Menurut Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur-Malaysia, Ahmad Romadhoni Surya Putra, sebagai perwakilan Pemerintah Indonesia, KBRI tidak hanya melindungi Warga Negara Indonesia (WNI) yang ada di luar negeri namun juga seluruh keluarganya termasuk anak-anak.

Salah satu hak anak-anak tersebut adalah terkait pendidikan yang layak, namun akibat keterbatasan kondisi dari orang tua, terdapat anak-anak yang belum dapat mengakses sistem pendidikan yang ada di Malaysia. “Oleh karena itu KBRI bekerja sama dengan kelompok-kelompok masyarakat, WNI yang lain, bahkan dengan perusahaan, untuk mendorong adanya kelompok-kelompok yang bisa mengajarkan anak-anak ini untuk baca, tulis, dan hitung,” kata pria yang akrab disapa Doni ini di Klang, Selangor, Malaysia, Jumat (21/8/2026).

Berdasarkan data KBRI, di kawasan semenanjung Malaysia ada sekitar 76 SB setara SD yang diadakan oleh kelompok-kelompok masyarakat dan memberikan pembelajaran baca, tulis, dan hitung bagi anak-anak Indonesia yang belum mendapatkan akses pendidikan. Keberadaan sanggar pendidikan tersebut juga didukung oleh mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang belajar di Malaysia yang turut berpartisipasi sebagai guru pengajar.

Perlu ditekankan bahwa Pemerintah Indonesia dapat melakukan penyetaraan terhadap hasil pendidikan yang diperoleh anak-anak melalui Sanggar Bimbingan, sehingga mereka tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Rangkul Anak untuk Belajar

PPWNI Insan Malindo di Klang telah berdiri sejak 2008 sebagai pusat pendidikan yang hadir untuk memberikan akses belajar bagi anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia. Keberadaannya berawal dari kepedulian terhadap banyaknya anak Indonesia yang belum memperoleh akses pendidikan formal sehingga perlu mendapatkan pendampingan belajar. Melalui pendekatan yang sederhana, anak-anak diajak untuk belajar membaca, menulis, dan berhitung sebagai bekal dasar pendidikan mereka.

Pada masa awal operasionalnya, pusat pendidikan ini membina sekitar 30 hingga 40 murid dengan dukungan empat orang guru. Pembelajaran difokuskan pada kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung, serta dilengkapi dengan pengajaran bahasa, matematika, dan pendidikan agama. Seiring berjalannya waktu, PPWNI Insan Malindo terus berkembang dan sejak 2012 mendapat dukungan dari KBRI Kuala Lumpur karena konsistensinya dalam memberikan layanan pendidikan bagi anak-anak Indonesia di wilayah Klang.

Saat ini, PPWNI Insan Malindo menjadi salah satu Sanggar Bimbingan terbesar dengan jumlah peserta didik sekitar 160 hingga 180 murid dari kelas 1 hingga kelas 6. Kegiatan belajar mengajar didukung oleh delapan tenaga pengajar yang juga dibantu oleh mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Malaysia. Dengan mengacu pada kurikulum nasional Indonesia, para murid memperoleh mata pelajaran wajib seperti Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, dan PPKN, serta pelajaran tambahan seperti Bahasa Inggris dan kesenian.

Dari sisi fasilitas, pusat pendidikan ini telah memiliki kantor, empat ruang kelas, perpustakaan, lapangan, dan fasilitas pendukung lainnya. Ke depan, pengelola berharap keberadaan pusat pendidikan tersebut dapat terus berkembang dan memperoleh pengakuan yang lebih luas, sehingga dapat semakin memperkuat akses pendidikan bagi anak-anak Indonesia di Malaysia.

Sentuhan PMEP

PT Pertamina Malaysia Eksplorasi dan Produksi (PMEP) yang merupakan anak usaha PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina yang beroperasi di Malaysia, turut membantu terbukanya akses pendidikan anak-anak Indonesia yang ada di Malaysia. Seperti di PPWNI Insan Malindo, PMEP turut membantu perbaikan sarana infrastruktur pusat pendidikan dengan memberikan bantuan lantai keramik hingga pemasangan pipa air untuk toilet sehingga mendapatkan akses air bersih.

Eva Fadlila, Country Manager PMEP, mengatakan dukungan Pertamina untuk akses pendidikan bagi putra-putra Indonesia di Malaysia tak hanya berupa dukungan terkait infrastruktur pusat pendidikan namun juga pelatihan tenaga pengajar. Seperti lewat program CHARISMA (Character and Human Integrity Strengthening Through Mentorship & Action) dengan menggandeng Ruangguru yang baru diluncurkan Kamis (20/8/2028) lalu di Kuala Lumpur, Malaysia.

Program CHARISMA ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas guru dalam membentuk karakter dan integritas siswa melalui penerapan kebiasaan positif. Program ini akan memberikan peningkatan kapasitas kepada 10 guru Indonesia yang mengajar di Sanggar Bimbingan di Malaysia dengan rencana implementasi 3-4 bulan dengan pengukuran dampak yang mencakup peningkatan kompetensi guru serta perannya terhadap perkembangan karakter siswa guna membangun ekosistem belajar yang reflektif, inklusif, dan berkelanjutan.

“Karena pendidikan tidak hanya memberikan siswa untuk dapat membaca dan menulis saja, tetapi juga membentuk karakter yang jujur, berintegritas tinggi, punya empati, dan juga percaya diri untuk menjadi leader nanti ke depannya,” papar Eva. “PMEP akan terus hadir untuk men-support KBRI di Malaysia terkait pendidikan anak-anak Indonesia di Malaysia,” tutup Eva. RH

PMEP Turut Buka Akses Pendidikan untuk Anak Pekerja Migran Indonesia di Malaysia PMEP Turut Buka Akses Pendidikan untuk Anak Pekerja Migran Indonesia di Malaysia Reviewed by Ridwan Harahap on Kamis, September 10, 2026 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.