Jakarta, OG Indonesia -- RH Petrogas Limited mengabarkan informasi terkini dari hasil uji sumur Northwest Klagagi-1 (“NWK-1”). Berdasarkan hasil uji DST (Drill Stem Test) pada dua interval pengembangan Upper Kais menunjukkan kemampuan produksi hidrokarbon yang kuat.
Sumur NWK-1 dibor oleh anak usaha perusahaan yang dimiliki sebesar 82,65% oleh Perusahaan, yaitu Petrogas (Basin) Ltd., di Wilayah Kerja (WK) Kepala Burung di Papua Barat Daya.
Sumur NWK-1 dirancang dengan tujuan ganda, yaitu pengembangan dan eksplorasi dengan menargetkan potensi pengembangan sumber daya gas dan kondensat di Formasi Kais Atas (Upper Kais), serta mengevaluasi potensi eksplorasi yang lebih dalam pada Formasi Kais Bawah (Lower Kais), Formasi Sirga yang berusia Oligosen, dan batuan dasar (basement) berusia Devon yang berada di bawahnya.
Adapun program uji sumur mencakup tiga uji DST, dengan dua uji dilakukan pada interval terpisah di dalam zona pengembangan Kais Atas, dan satu uji di dalam formasi Kais Bawah pada zona eksplorasi. Tidak ditemukan indikasi hidrokarbon pada Formasi Sirga yang lebih dalam ataupun pada batuan dasar Devon yang berada di bawahnya.
Selama uji aliran dengan berbagai laju (multi-rate flow test) pada interval bawah, sumur mengalirkan gas sekitar 1,6 hingga 2,7 MMSCFD dan minyak 40 hingga 109 BPD, dengan produksi air berkisar antara 90 hingga 363 BPD pada berbagai kondisi bukaan choke yang diuji.
"Hasil uji tersebut mengindikasikan adanya tudung gas (gas cap) dengan lapisan minyak (oil rim) di bawahnya," demikian kutipan dari keterangan resmi di situs resmi RH Petrogas, Selasa (1/9/2026).
Diterangkan pula, penemuan minyak ini memberikan peluang tambahan karena sebelumnya diperkirakan kecil kemungkinannya untuk menemukan minyak berdasarkan prognosis awal sumur. Interval yang mengandung minyak tersebut telah diisolasi menggunakan bridge plug guna menjaga opsi produksi terpisah untuk lapisan minyak tersebut.
Demikian pula, uji DST yang dilakukan pada interval atas yang mengandung gas di zona Upper Kais menunjukkan kemampuan produksi gas yang kuat. Selama uji aliran berkelanjutan selama enam jam dengan bukaan choke 20/64 inci, sumur mengalirkan gas sekitar 4,2 MMSCFD dan kondensat 192 BPD, serta air sebanyak 20 BPD.
Uji aliran bertahap (step-up flow test) jangka pendek berikutnya mencatat laju gas yang lebih tinggi, yaitu sekitar 6,16 MMSCFD dengan bukaan choke 26/64 inci.
Meskipun interval Lower Kais menunjukkan adanya indikasi hidrokarbon selama pengeboran—termasuk pembacaan gas lumpur yang meningkat dan adanya tanda-tanda minyak (oil shows)—uji DST yang dilakukan hanya menghasilkan air formasi.
Zona eksplorasi yang lebih dalam pada sumur NWK-1 tersebut kini telah ditutup dan ditinggalkan (plugged and abandoned).
Adpun biaya terkait zona ini, yang berjumlah sekitar US$4,5 juta (nilai bersih sesuai dengan working interest Grup), akan dibebankan pada tahun keuangan berjalan yang berakhir pada 31 Desember 2026.
"Secara ringkas, hasil uji sumur pada formasi Upper Kais di sumur NWK-1 menunjukkan kemampuan produksi gas dan kondensat yang kuat serta mengungkap peluang minyak yang tidak terduga. Perusahaan akan melakukan pekerjaan evaluasi reservoir tambahan untuk mematangkan strategi pengembangan yang tepat bagi Lapangan Northwest Klagagi," tutup keterangan resmi perusahaan. RH
Reviewed by Ridwan Harahap
on
Rabu, September 02, 2026
Rating:



