FEED Rampung Tiga Bulan Lebih Cepat, LNG Abadi Masela Bidik Operasi 2029–2030


Jakarta, OG Indonesia --
Proyek LNG Abadi Masela mencatat kemajuan penting setelah seluruh pekerjaan Front-End Engineering Design (FEED) diselesaikan pada Oktober 2026, tiga bulan lebih cepat dari jadwal semula. Proyek dengan nilai investasi sekitar US$22 miliar ini selanjutnya diarahkan menuju keputusan investasi final (Final Investment Decision/FID) dan tahap konstruksi.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengatakan penyelesaian FEED lebih awal merupakan hasil percepatan dan koordinasi intensif antara INPEX Masela, SKK Migas, mitra proyek, kontraktor, serta pihak-pihak terkait.

“Alhamdulillah akhirnya lebih cepat tiga bulan, Oktober selesai,” kata Kepala SKK Migas dalam acara seremoni penyelesaian FEED Proyek LNG Abadi Masela di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Menurut Djoksis, penyelesaian FEED menjadi fondasi penting untuk mempercepat tahapan proyek berikutnya. SKK Migas berharap FID dapat segera dicapai, dengan target akhir 2026 atau paling lambat Januari 2027.

Ia menjelaskan, persetujuan perjanjian jual beli gas (PJBG) dan kesiapan pengadaan barang dan jasa menjadi sejumlah hal penting untuk mendukung percepatan FID. Karena itu, seluruh tahapan perlu dikawal agar proyek dapat berjalan tepat waktu, sesuai anggaran, dan memenuhi standar keselamatan.

Proyek LNG Abadi Masela ditargetkan menghasilkan produksi gas sebesar 1.380 juta kaki kubik per hari (MMscfd). Dari jumlah tersebut, produk yang direncanakan meliputi LNG sebesar 9,5 juta ton per tahun (MTPA), gas pipa untuk kebutuhan domestik sebesar 100 MMscfd, serta kondensat sekitar 35.000 barel kondensat per hari.

Djoksis menyebut proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 2029–2030. Percepatan penyelesaian tahapan pengembangan menjadi penting agar proyek dapat segera berkontribusi terhadap ketahanan energi nasional.

“Pencapaian hari ini adalah langkah awal menuju fase eksekusi yang sesungguhnya,” ujarnya.

Penyelesaian FEED juga diperkuat melalui independent design review yang melibatkan lebih dari 200 profesor dan doktor dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Pattimura. Pelibatan kalangan akademisi tersebut ditujukan untuk memberikan masukan independen terhadap dokumen teknis proyek.

Sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional, pengembangan LNG Abadi Masela diharapkan turut mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan di Indonesia timur, penciptaan lapangan kerja, serta pengembangan sumber daya manusia dan industri nasional.

Kepala SKK Migas menegaskan, percepatan proyek perlu berjalan seiring dengan penerapan tata kelola yang baik dan standar kesehatan, keselamatan, keamanan, serta lingkungan kerja. SKK Migas, kata dia, akan terus mengawal tahapan pengembangan agar proyek dapat beroperasi tepat waktu dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi negara dan masyarakat. RH

FEED Rampung Tiga Bulan Lebih Cepat, LNG Abadi Masela Bidik Operasi 2029–2030 FEED Rampung Tiga Bulan Lebih Cepat, LNG Abadi Masela Bidik Operasi 2029–2030 Reviewed by Ridwan Harahap on Selasa, Oktober 27, 2026 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.