Jakarta, OG Indonesia -- PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mencatatkan hasil positif dari kegiatan pengeboran sumur pengembangan Tiang#05 di Lapangan Tiang. Sumur yang mulai berproduksi pada 1 November 2026 tersebut menghasilkan produksi awal sebesar 672 barel minyak per hari (BOPD), atau mencapai 2,66 kali lipat dari target yang ditetapkan.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto menyampaikan, sumur dengan kode P_Tian26_0001/Tiang#05 tersebut telah dibor sejak 23 September 2026 dan selesai pada 14 Oktober 2026. Pengeboran dilakukan menggunakan Rig PDSI 53.2.
Sumur Tiang#05 dibor secara directional dengan target lapisan Pematang Sand hingga kedalaman 4.543 kaki measured depth (ftMD).
Setelah pengeboran selesai, kegiatan dilanjutkan dengan tahap initial completion hingga sumur berhasil mulai berproduksi (Put On Production/POP) pada 1 November 2026.
"Dengan menggunakan Electric Submersible Pump (ESP), sumur ini mencatatkan produksi awal sebesar 672 BOPD dengan laju alir total 1.542 BFPD dan water cut sebesar 56%," demikian laporan Kepala SKK Migas kepada Menteri ESDM seperti informasi yang diperoleh OG Indonesia, Senin (2/11/2026) malam.
Capaian tersebut jauh melampaui target produksi yang ditetapkan sebesar 253 BOPD. Dengan demikian, realisasi produksi awal Sumur Tiang#05 mencapai 265,6% dari target atau sekitar 2,66 kali lipat.
Djoksis berharap capaian produksi tersebut dapat dipertahankan sehingga memberikan kontribusi berkelanjutan terhadap peningkatan produksi minyak nasional. RH
Reviewed by Ridwan Harahap
on
Selasa, November 03, 2026
Rating:





