Kemenperin: Kalau Energi Jadi Komoditas, Industri Bisa Tutup


I Gusti Putu Suryawirawan, Dirjen
Industri Logam, Mesin, Alat
Transportasi, dan Elektronika
Kementerian Perindustrian (berdiri).
Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia --
Salah satu tantangan besar dalam pengembangan industri di Indonesia adalah terkait dengan pemenuhan kebutuhan energi untuk industri.


Dikatakan oleh I Gusti Putu Suryawirawan, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, tantangan dari dunia industri berhubungan dengan pasokan dan harga energi.

"Ini berbahaya kalau kita membiarkan energi menjadi komoditas untuk mencari uang, atau energi dibebaskan menjadi komoditi pasar," kata Suryawirawan dalam acara International Seminar "Stimulate Investment to Increase Economic Growth" di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (08/03).

Menurutnya, energi harus dikendalikan oleh Pemerintah agar dapat menggerakkan industri baik jasa maupun barang. 

"Kalau energi sudah menjadi komoditas untuk mencari keuntungan akhirnya industri akan mendapatkan energi yang mahal sehingga tidak kompetitif dan bisa tutup serta pindah ke negara lain," bebernya.

Diungkapkan oleh Suryawirawan, industri di Indonesia masih belum bebas untuk mendapatkan akses energi. "Untuk mendapatkan energi, dia harus beroperasi sebagai perusahaan energi. Ini berbahaya," tegasnya.

Karena itu strategi industri nasional harus diatur kembali, di mana kebutuhan industri akan energi harus dipermudah. "Supaya industri bisa tumbuh, bisa menarik lebih banyak investasi dan tenaga kerja, dan ujung-ujungnya bisa meningkatkan daya saing kita," pungkasnya. RH
Kemenperin: Kalau Energi Jadi Komoditas, Industri Bisa Tutup Kemenperin: Kalau Energi Jadi Komoditas, Industri Bisa Tutup Reviewed by OG Indonesia on 12.28 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.