Senin, 22 April 2019

Bluebird Luncurkan Armada Taksi Listrik Pertama di Indonesia

Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Bertepatan dengan Hari Bumi, pada Senin (22/04), bertempat di kantor pusat Bluebird Group, Jalan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Bluebird meluncurkan mobil taksi dengan tenaga listrik sebagai armada terbarunya untuk layanan Bluebird dan Silverbird, yaitu BYD e6 A/T dan Tesla Model X 75D A/T. Layanan taksi listrik ini akan melayani masyarakat mulai bulan Mei 2019.

Acara peluncuran mobil taksi listrik Bluebird dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, sampai Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf. Dalam acara peluncuran hari ini, dilakukan pula penyerahaan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) kepada Bluebird sebagai penyedia taksi listrik yang pertama di Indonesia.

Presiden Direktur Blue Bird Group Holding, Noni Purnomo mengatakan sangat bangga menjadi pionir dalam menghadirkan kendaraan listrik di industri transportasi Indonesia. "Sebagai salah satu perusahaan transportasi terbesar yang telah melayani masyarakat Indonesia lebih dari 46 tahun, Bluebird terus melakukan inovasi dan terobosan-terobosan baru, sehingga Bluebird dapat menjadi penyelenggara angkutan taksi terdepan di Indonesia," ucapnya.

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyambut baik langkah Bluebird yang berani menjadi perintis kendaraan listrik untuk taksi di Indonesia. "Kalau ada yang berani ambil risiko pemerintah siap dukung kalian. Saya harap (taksi listrik ini) bertahap, bertingkat dan berlanjut," kata Luhut.

Untuk langkah awal dari layanan taksi listriknya, Bluebird menghadirkan sebanyak 25 unit mobil listrik BYD untuk layanan produk Bluebird dan 4 unit mobil listrik Tesla untuk layanan Silverbird. Sampai tahun 2020 Bluebird menargetkan sebanyak 200 armada taksi listrik sudah bisa beroperasi. Saat ini 29 armada mobil listrik Bluebird masih mengisi listrik di kantor Bluebird di Mampang yang memiliki sekitar 15 charging station. Setiap unit taksi listrik bisa diisi penuh tenaga listrik hanya dalam waktu dua jam yang bisa untuk beroperasi selama 18 jam.

Menteri ESDM Ignasius Jonan menerangkan  kesiapan infrastruktur charging station untuk  kendaraan listrik jika pemanfaatan kendaraan listrik kian banyak. Ia mengungkapkan di tahun 2019 akan ada sekitar 2000 Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) yang dibangun PLN, terutama di Jabodetabek. "Ini biaya beli mobilnya memang lebih mahal tapi bahan bakarnya lebih murah," ujar Jonan.

Ditambahkan oleh Direktur PT Blue Bird, Tbk, Adrianto Djokosoetono, layanan taksi listrik Bluebird akan memberikan nilai tambah dalam kaitan dengan program ketahanan dan bauran energi nasional, program pengurangan penggunaan dan subsidi BBM, serta program pengurangan emisi gas buang yang dilaksanakan pemerintah.

Diterangkan olehnya, Bluebird diperkirakan akan menghilangkan sekutar 434,095 kg emisi CO2 atau konsumsi BBM sebanyak 1.898.182 liter. Selanjutnya, penambahan 2000 unit mobil listrik pada periode tahun 2020 - 2025 akan menghilangkan 21.704.760 kg emisi CO2 atau setara dengan konsumsi BBM sebanyak 94.909.091 liter.

Untuk layanan taksi listrik yang tarifnya tak berbeda dengan layanan produk taksi Bluebird yang sudah ada, Bluebird juga menggandeng World Wide Fund for Nature (WWF) dan Jagha Bumi dalam mengadakan program One Ride One Seed. Di mana setiap satu penumpang dari kendaraan taksi listrik Bluebird dan Silverbird akan turut berkontribusi terhadap ditanamnya satu pohon di area aliran sungai Cilliwung dan di area tengah Jakarta. Program One Ride One Seed ini akan diselenggarakan mulai Juni 2019 dengan target lebih dari 2000 pohon tertanam. RH