Senin, 01 April 2019

Jonan: Dorong Kendaraan Listrik Lebih Mudah Daripada Tingkatkan Produksi Minyak

Foto: Hrp
Depok, OG Indonesia -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan pemanfaatan kendaraan listrik perlu didorong untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak. Menurut Jonan, mendorong pemakaian kendaraan listrik justru lebih mudah ketimbang meningkatkan produksi minyak.

"Akan lebih mudah mendorong pembangunan industri kendaraan listrik di Indonesia  daripada meningkatkan produksi minyak," ucap Jonan saat menjadi narasumber dalam seminar nasional "Prospek Penerimaan Negara dari Mineral, Batubara dan Migas di Tahun Politik" di Kampus UI, Depok, Senin (01/04).

Ia pun membeberkan lamanya pengembangan suatu lapangan minyak di Indonesia. Pada sekarang ini, diungkapkan olehnya, dari masa eksplorasi sampai ke tahap produksi minyak butuh waktu sampai 15 tahun.  

Namun Menteri ESDM juga mengatakan bahwa dalam 25 tahun ke depan kendaraan listrik masih belum akan mendominasi. "Jadi saya bilang ke Pertamina, kalau mau bikin refinery baru ya bikin aja. Kendaraan listrik itu 25 tahun lagi juga enggak akan mayoritas kok menurut saya, paling cepat itu 25 tahun," ujar Jonan.

Sebagai informasi, saat ini Pemerintah tengah menyusun dan mematangkan Rancangan Peraturan Presiden tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik yang akan jadi payung hukum keberadaan kendaraan listrik. 

Presiden Joko Widodo sebelumnya pernah mengatakan bahwa kendaraan listrik dapat mengurangi ketergantungan pada energi fosil serta ramah lingkungan. "Melalui kendaraan bermotor listrik kita juga dapat mengurangi pemakaian Bahan Bakar Minyak, mengurangi ketergantungan pada impor BBM yang berpotensi menghemat kurang lebih Rp 798 triliun," kata Jokowi. RH