Selasa, 18 Juni 2019

Era VUCA Juga Mengintai Sektor Energi

Ary Ginanjar, Motivator dari ESQ
Leadership Center.
Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Inovasi yang bergerak begitu cepat memaksa dunia bisnis memasuki era VUCA belakangan ini. VUCA adalah era yang penuh gejolak (Volatility), tidak pasti (Uncertainty), rumit (Complexity), dan serba kabur (Ambiguity). Semua sektor bisnis terimbas VUCA ini, tak terkecuali sektor energi.

Hal tersebut disampaikan Motivator yang juga Founder dan CEO ESQ Leadership Center Ary Ginanjar saat memberikan materi di hadapan mahasiswa Universitas Pertamina di Kampus Universitas Pertamina, Simprug, Jakarta, Selasa (18/06). 

"Energi juga sudah mulai ada pergeseran, dari energi fosil ke energi matahari, listrik, dan seterusnya (energi baru dan terbarukan/EBT)," ucap Ary. "Saya tidak tahu ke depan energi seperti apa nanti," sambung Ary mengingatkan perubahan yang akan sangat cepat yang tak bisa ditebak juga mengintai sektor energi di dunia.

Karena itu manusia harus bisa menyesuaikan diri dengan perubahan cepat tersebut. Menurutnya, SDM yang ada harus memperkuat Competencies dari yang dipelajari setiap hari di lembaga pendidikan. Lalu, harus ada Agility, atau kemampuan untuk menahan tekanan dan berinovasi di tengah perubahan. "Kalau tidak ada Agility dijamin stres di era VUCA," tegas Ary.
Akhmaloka, Rektor Universitas Pertamina
(kedua dari kiri).
Foto: Hrp

Menghadapi tantangan masa depan yang tak bisa diprediksi tersebut, Universitas Pertamina juga menyadari bahwa tantangan VUCA harus disiasati termasuk di bidang energi yang mulai beralih dari energi berbasis fosil ke EBT. 

Dikatakan oleh Akhmaloka, Rektor Universitas Pertamina, Pertamina saat ini ingin mempercepat pemanfaatan EBT, misalnya saat ini telah memulai pengembangan baterai untuk kendaraan listrik. "Yang kita (Universitas Pertamina) lakukan, itu banyak riset-riset kita yang support ke situ (EBT)," jelas Akhmaloka kepada wartawan selepas penyampaian materi dari Ary Ginanjar.

Ia pun mencontohkan beberapa riset di kampusnya mulai dari riset solar panel sampai soal biodiesel. "Kita support untuk penelitian dosen yang tentu di dalamnya melibatkan mahasiswa-mahasiswa," tutupnya. RH