Jumat, 14 Juni 2019

Pemkab Tuban Dukung Survei Seismik 3D PHE Tuban East Java

Tuban, OG Indonesia -- Pertamina Hulu Energi Tuban East Java (PHE TEJ) melanjutkan kegiatan eksplorasi demi menemukan cadangan minyak dan gas (migas) baru di wilayah Tuban. Setelah Sosialisasi Pemboran Sumur Eksplorasi WMA-1, upaya pencarian cadangan baru lainya yang dilakukan oleh PHE TEJ yaitu lewat survei seismik 3D.


Pada Kamis, 13 Juni 2019, PHE TEJ mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Tuban, dukungan terhadap kegiatan tersebut diungkapkan oleh Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein dalam rangkain kegiatan sosialisasi survei seismik 3D PHE TEJ.

"Pemerintah Kabupaten Tuban dengan seluruh jajaran dari kecamatan sampai desa siap mendukung penuh apa yang akan dilakukan PHE TEJ di wilayah Tuban, kami siap membantu menjadi jembatan komunikasi agar kegiatan seismik ini terlaksana dengan baik," ungkap Wakil Bupati Tuban.

Di bawah pengawasan SKK Migas, PHE TEJ mendapatkan perhatian dan apresiasi atas upaya yang dilakukan dalam menemukan cadangan migas di wilayah Blok Tuban. Perwakilan SKK Migas Jabanusa (Jawa, Bali dan Nusa Tenggara) Ami Hermawati yang hadir pada saat sosialisasi survei seismik 3D PHE TEJ, mengatakan bahwa sebelumnya WK Tuban dioperasikan oleh PT Pertamina Hulu Energi (PHE) bersama partners melalui Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB PPEJ), namun semenjak 20 Mei 2018 Blok Tuban resmi dioperasikan 100% oleh PHE TEJ. "Kami mendukung upaya ini dan harapan besar kami kepada seluruh pemangku kepentingan dapat membantu kelancaran kegiatan seismik ini," ucapnya.

General Manager PHE TEJ & PHE Randugunting,  Darwin Tangkalalo menjelaskan survei seismik 3D dan Pemboran WMA-1 adalah bukti bahwa Pertamina berkomitmen mendukung ketahanan energi nasional. "Dan ini 100 persen dikerjakan oleh putra-putri terbaik bangsa," tegasnya.

Eksplorasi seismik dengan menggunakan metode seismik banyak dipakai oleh perusahaan-perusahaan minyak untuk melakukan pemetaan struktur di bawah permukaan bumi untuk bisa melihat kemungkinan adanya jebakan-jebakan hidrokarbon berdasarkan interpretasi dari penampang seismiknya.

Iwan Bagus Indriyanto selaku Manager Eksplorasi PHE TEJ mengungkapkan ada 227 Km2 area di wilayah Tuban yang akan dilakukan seismik. Survei seismik 3D pada dasarnya adalah upaya pencarian migas yang ada di bawah permukaan bumi dengan gelombang seismik yang timbul dari getaran yang dihasilkan oleh sumber getar. "Kegiatan ini direncanakan akan diselesaikan dalam waktu  6 bulan, dimulai setelah tahapan sosialisasi dilakukan," ujarnya.