Jumat, 12 Juli 2019

FSPPB Desak Pemerintah Pertahankan Bisnis LNG Tetap di Pertamina


Jakarta, OG Indonesia -- Pekerja Pertamina yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menyatakan bahwa bisnis LNG merupakan bisnis masa depan Pertamina yang harus dijaga  eksistensinya sehingga negara akan mendapatkan 100 % keuntungan yang digunakan untuk sebesar-besarnya bagi
kemakmuran rakyat.

Dikatakan oleh Presiden FSPPB Arie Gumilar, FSPPB menyampaikan tuntutan terkait bisnis LNG Pertamina ini. "Pemerintah Republik Indonesia wajib mempertahankan proses bisnis LNG pada Pertamina yang  keuntungannya100% untuk kemakmuran rakyat di mana saham 100 % milik negara," tegas Arie dalam keterangan resminya, Jumat (12/07).

Karena itu FSPPB meminta Pemerintah Republik Indonesia (cq. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral) untuk memastikan Pertamina dapat menyusun program kerja rencana Bisnis LNG yang mendukung Security of Supply Nasional baik jangka pendek ataupun jangka panjang karena proses bisnis LNG yang bersifat jangka panjang untuk tetap menjaga kedaulatan energi nasional.

FSPPB juga mendesak Pemerintah untuk menghentikan segala upaya pengalihan proses bisnis LNG yang dilakukan melalui Holding Migas ke PGN karena menyebabkan potensi kerugian negara karena kepemilikan saham publik (Pengusaha Swasta/Lokal/Asing) di PGN sebesar 43,04 % .

Produksi LNG Indonesia saat ini sebesar 16 MT sekitar 7 % LNG Dunia dan cadangan gas nasional sebesar 135 TSCF. Indonesia menjadi eksportir LNG “Terbesar kelima” setelah Qatar, Malaysia, Australia dan Nigeria.

Sementara itu untuk kapasitas kilang LNG Indonesia sebesar 28,7 MTPA, artinya masih ada potensi untuk meningkatkan penjualan dari hasil produksi baik untuk domestik ataupun
pasar ekspor. Pangsa pasar ekspor LNG Indonesia adalah kawasan Asia Pasifik dan Amerika Utara. Negara importir pengguna LNG kita adalah Jepang, Korea Selatan, China, Taiwan, Mexico, Thailand, India dan UEA.

Pasokan LNG ke pasar dunia meningkat sekitar 12 % per tahun. Volume perdagangan LNG tahun 2017 meningkat menjadi 293,1 MT atau meningkat sebesar 35,2 MT dari tahun 2016. Pertumbuhan pasokan LNG merupakan
respon terhadap pertumbuhan pasar di Asia untuk memenuhi permintaan China dan Korea Selatan.

"Ke depan kebutuhan gas akan semakin besar seiring dengan kepedulian lingkungan dan perubahan pola pasar atau pemain LNG dunia," tutup Arie. RH