Rabu, 16 Oktober 2019

Jadi Komponen Kendaraan Listrik, BATAN Selidiki Potensi LTJ di Mamuju

Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) tengah melakukan kegiatan eksplorasi kandungan rare earth element atau Logam Tanah Jarang (LTJ) di beberapa daerah. Salah satunya di Mamuju, Sulawesi Barat, yang dilakukan sejak tahun 2013 hingga sekarang ini. 

"Logam Tanah Jarang ini terus diteliti dan ini adalah logam yang benar-benar dicari orang," kata Anhar Riza Antariksawan, Kepala BATAN, di kantor BATAN, Pasar Jumat, Jakarta, Rabu (16/10/2019).

BATAN memiliki satu unit kerja yaitu Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN) yang memiliki tugas melakukan eksplorasi bahan galian nuklir. Bahan galian nuklir seperti uranium dan thorium yang didapat di bumi biasanya masih bercampur dengan mineral tambang lainnya yang disebut dengan mineral ikutan. 

Nah, salah satu contoh mineral ikutan yang paling terkenal saat ini adalah LTJ tersebut. Ada sekitar 17 elemen LTJ yang semuanya memiliki kegunaan yang khas dan bermanfaat untuk berbagai industri. 

Diceritakan Anhar, salah satu elemen LTJ yang paling sering ditemukan adalah lanthanum yang bisa dimanfaatkan untuk campuran pembuat cat anti radar untuk keperluan kendaraan militer. "Proyeknya sudah ada untuk cat anti radar ini. Memang masih dalam proyek penelitian, belum untuk skala industri," jelas Anhar.

Sementara yang saat ini ramai dibicarakan seiring kian ramainya pengembangan kendaraan listrik adalah neodymium. Elemen LTJ ini marak dicari karena bisa digunakan untuk motor magnetik pada kendaraan listrik.

Dikatakan Yarianto Sugeng Budi Susilo, Kepala Pusat PTBGN BATAN, selain di Mamuju, potensi neodynium juga terdapat di Kalan, Kalimantan Barat, di mana BATAN sudah melakukan penambangan bawah tanah di sana. Masih ada lagi potensi-potensi LTJ di Riau hingga Bangka Belitung.

Ditambahkan olehnya, untuk menyelidiki kandungan LTJ di Mamuju, BATAN masih terus melakukan eksplorasi dengan melakukan penambangan pada kedalaman 3 sampai 4 meter. Yarianto mengungkapkan, karena eksplorasi masih berlangsung dan perlu waktu yang lama, ia belum dapat memastikan berapa sumber daya maupun cadangan LTJ di Mamuju tersebut.

Seiring kegiatan eksplorasi LTJ tersebut, BATAN juga terus melakukan penelitian skala laboratorium untuk kegiatan ekstraksi LTJ nantinya. "LTJ ini prospek harta karun bagi Indonesia, dan ini bisa jadi bargaining power yang sangat kuat bagi kita apabila kita bisa menguasai teknologinya," tegas Yarianto. RH