Pemerintah Harusnya Mendorong Adanya Smelter Independen

Foto: Hrp

Jakarta, OG Indonesia – Banyak berjalannya proyek-proyek infrastruktur dan ketenagalistrikan di Indonesia yang bujetnya bisa mencapai Rp 4.000 triliun ternyata tidak membawa dampak positif yang signifikan bagi industri tambang dan turunannya. Seharusnya pembangunan infrastruktur memerlukan lebih banyak bahan baku tambang dan energi.


“Hanya di Indonesia, punya bujet Rp 4.000 triliun tapi tambangnya tidak sibuk,” kata Budi Santoso, Direktur Center for Indonesian Resources Strategic Studies (Ciruss), dalam acara FGD “Pengelolaan dan Pemanfaatan Tambang Mineral Menuju Industri Indonesia yang Tangguh” di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (27/12/2019).

Menurut Budi, banyaknya proyek infrastruktur serta ketenagalistrikan seharusnya membutuhkan banyak pula kebutuhan akan baja, tembaga, alumunium, kabel-kabel dan sebagainya, yang merupakan produk-produk turunan dari hasil pertambangan. “Di sini harusnya Pemerintah bisa bilang ke tambang, ‘tolong dong sediain 25 juta ton baja setahun, tolong dong sediain 1 juta ton kabel, atau sekian juta ton alumunium’. Tapi itu tidak terjadi,” papar Budi.

Menurutnya, semestinya pengelolaan dan pemanfaatan mineral dan batubara (minerba) di Indonesia harus berdaulat, mampu memakmurkan rakyat, serta mencerdaskan alias meningkat kemampuannya dalam pengelolaan serta pemanfaatan hasil tambang minerba. Termasuk dalam urusan peningkatan nilai tambah dari hasil tambang yang mesti didesain secara cermat sehingga bisa menghubungkan antara suplai di hulu dan kebutuhan di hilir.

Dikatakan Budi, kalau bicara pengolahan dan pemurnian produk tambang mineral jangan melulu membicarakan perusahaan tambang besar seperti Freeport atau Vale saja. “Saya kadang sedih, penambang yang ukurannya kecil kewajibannya sama seperti Freeport. Padahal kalau kita bicara penyerapan tenaga kerja, justru dari tambang-tambang kecil ini,” ungkapnya.

Karena itu Budi menyarankan agar Pemerintah mendorong adanya smelter-smelter independen yang dikelola oleh swasta untuk menampung hasil-hasil tambang dari penambang-penambang kecil tersebut.  

Ada beberapa keuntungan dari adanya smelter independen menurut Budi. Pertama, tidak tergantung cadangan tambang tertentu dan juga bisa impor. Kedua, infrastruktur dan fasilitasnya dapat bergabung dan dipakai bersama sehingga biaya pun menjadi lebih rendah. Ketiga, akan menjadi dekat dengan konsumen. Dan keempat, produk-produk sampingannya bisa dimanfaatkan untuk industri di sekitar. “Kalau ini (smelter independen) ini dibuat maka keekonomiannya akan lebih tinggi,” tegasnya.

Pendapat senada juga dikatakan Peneliti Pertambangan Yusuf. Menurutnya diperlukan sinergi supaya upaya pengolahan dan pemurnian hasil tambang dapat dilakukan. Ini tentu akan membantu pertambangan-pertambangan kecil untuk mengolah lebih lanjut hasil tambangnya. “Yang namanya tambang kalau main sendiri itu mahal, makanya perlu mengajak orang lain untuk share,” ujarnya. RH

Pemerintah Harusnya Mendorong Adanya Smelter Independen Pemerintah Harusnya Mendorong Adanya Smelter Independen Reviewed by OG Indonesia on 17.40 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.