Rabu, 12 Februari 2020

Dewan Energi Mahasiswa Indonesia Buka Suara Soal Blok Rokan

Pekanbaru, OG Indonesia -- Dewan Energi Mahasiswa Indonesia turut bersuara soal Blok Rokan. Dikatakan Robi Juandry, Sekretaris Jenderal Dewan Energi Mahasiswa Indonesia, dengan produksi minyaknya yang cukup besar yaitu mencapai 207 ribu barel per hari, maka Blok Rokan butuh penanganan optimal dalam upaya menjaga produksi tersebut.


Karena itu dibutuhkan masa transisi yang cukup bagi kontraktor baru yang akan mengelola blok ini. "Namun, sejak ditetapkannya Pertamina untuk mengelola Blok Rokan, proses transisi peralihan dan pengelolaan dari CPI (Chevron Pacific Indonesia) ke Pertamina tidak terjadi dengan baik," kata Robi dalam keterangannya, Rabu (12/2/2020).

Pemerintah sendiri melalui rilis dari Kementerian ESDM, dikatakan Robi, dengan jelas mengatakan bahwa Pertamina sudah harus masuk dalam masa transisi sebelum tahun 2021 supaya produksi dapat terus terjaga. 

Tapi ternyata kenyataan di lapangan berbeda, Robi mengungkapkan bahwa dalam melakukan kegiatan transisi, pihak CPI hanya akan memberikan izin transisi jika Pertamina masuk dengan cara mengakuisisi atau membeli Participating Interest (PI) miliknya. Padahal, apabila proses ini dilaksanakan dapat menyebabkan seluruh komponen liabilitas/beban-beban biaya CPI akan beralih ke Pertamina, termasuk masalah penanganan kontaminasi minyak apada tanah yang diperkirakan bisa mencapai lebih dari US$ 1,8 miliar.

Untuk itu, Robi menyampaikan bahwa Dewan Energi Mahasiswa Indonesia menyatakan sikap  bahwa negara harus hadir untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Blok Rokan perihal masa transisi dari CPI ke Pertamina,dengan harapan agar CPI dapat lebih kooperatif dan terbuka untuk masa transisi.

"Kami juga menolak rencana pembelian PI CPI oleh Pertamina yang akan membebankan Pertamina sebagai BUMN dikarenakan akan menanggung beban kewajiban dan tanggungjawab dari CPI," tegasnya.

"Kami juga mendesak pemerintah melalui Kementerian ESDM untuk menyelesaikan permasalahan terkait kontaminasi tanah pada proses pengolahan minyak oleh CPI. Dan terakhir, Dewan Energi Mahasiswa Indonesia akan mengawal sampai tuntas transisi pengelolaan Rokan dari Chevron ke Pertamina demi kemakmuran rakyat Indonesia," pungkasnya. (R1/Migas Indonesia)