Sabtu, 29 Februari 2020

Diresmikan, Fasilitas ORF Lapangan Bukit Tua akan Dukung Kelancaran Lifting

Jakarta, OG Indonesia -- Proyek pembangunan fasilitas penampungan kondensat di lapangan Bukit Tua Blok Ketapang milik PC Ketapang II Ltd. (PETRONAS) yang dimulai tahun 2017 sesuai dengan AFE telah disetujui oleh SKK Migas sebagai bagian dari proyek pengembangan lapangan Bukit Tua. Dengan telah selesainya proyek ini, akan menambah fasilitas produksi hulu migas untuk mencapai target kinerja hulu migas 2020. Sebagai blok dengan produksi minyak yang cukup besar dan berada di tengah laut (offshore), keberadaan fasilitas ORF (onshore receiving facillities) sangat  dibutuhkan untuk mendukung kelancaran lifting.

Pada acara peresmian fasilitas penampungan kondensat, Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa Nurwahidi menyampaikan bahwa adanya fasilitas penampungan kondensat ini akan mendukung kelancaran penyaluran dan monetisasi produk yang dihasilkan ORF selain gas yang telah dikomersialisasikan. "Keberhasilan penyelesaian fasilitas ORF ini akan semakin memperkuat keyakinan kita bahwa Visi bersama menuju 1 juta barel di tahun 2030 dapat direalisasikan," ucapnya, Sabtu (29/2/2020).

Fasilitas penampungan kondensat lapangan bukit tua blok Ketapang memiliki kapasitas desain sebesar 300 barel kondensat. Proyeksi produksi kondensat di ORF adalah sebesar 400 barel kondensat per minggu dengan frekuensi lifting sebanyak 2 sampai 3 kali per minggu. Lifting pertama dilakukan saat peresmian proyek tersebut sebesar 150 barel kondensat. 

Adapun yang bertindak sebagai pembeli kondensat Bukit Tua telah ditunjuk PT Multi Colors Indonesia.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher menyampaikan bahwa SKK Migas terus melakukan koordinasi dengan KKKS agar dapat menyelesaikan berbagai proyek hulu migas sesuai jadwal agar produksi dan lifting migas 2020 dapat tercapai.

"Beroperasinya fasilitas ORF lapangan bukit tua akan semakin menambah dan memperkuat kemampuan fasilitas industri hulu migas nasional yang saat ini berjumlah 26 FPSO/FSO/FPU serta 522 unit operation offshore platform," tegas Wisnu. (R1/Migas Indonesia)