Kamis, 20 Februari 2020

INPEX Suplai Gas Masela Sebesar 150 MMscfd untuk PLN dan Pupuk Indonesia

Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Salah satu langkah lagi dilakukan SKK Migas dan INPEX untuk mewujudkan penyelesaian pembangunan dan komersialisasi kilang Abadi Masela. Di mana INPEX selaku Kontraktor Kontra Kerja Sama (KKKS) pada Rabu (20/2/2020) malam menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT PLN dan PT Pupuk Indonesia untuk menyuplai kebutuhan gas kedua perusahaan dalam negeri tersebut dari Proyek LNG Abadi, Wilayah Kerja Masela. 


Nota Kesepahaman ini dimaksudkan untuk memulai pembahasan atas penjualan dan pembelian untuk mensuplai gas yakni LNG ke pembangkit listrik tenaga gas yang dioperasikan oleh PLN serta gas alam sebesar 150 juta standard kaki kubik per hari (MMscfd) untuk kilang co-production yang akan dibangun PT Pupuk Indonesia.

"Saat ini Pemerintah sedang melakukan konversi bahan bakar pembangkit dari BBM ke gas. Oleh karena itu, saya sangat mendukung MoU untuk rencana penyaluran gas dari lapangan Abadi ke PLN dan penyaluran gas ke industri pupuk dalam negeri," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif yang turut menyaksikan acara penandatanganan MoU di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta ini.

Nota Kesepahaman ini menandai pencapaian terbaru dari pengembangan Proyek LNG Abadi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, yang memiliki cadangan terbukti yang sangat besar yaitu sebesar 18,5 TCF dan 225 juta barel kondensat. Cadangan migas yang besar tersebut akan menjadi salah satu pilar penting sebagai engine of growth untuk menopang kebutuhan industri di Indonesia secara berkelanjutan . 

Penandatangan Nota Kesepahaman sendiri dilakukan oleh Presiden Direktur INPEX Masela, Ltd Kenji Kawano, Presiden Direktur PLN Zulkilfi Zaini, Presiden Direktur Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat, serta disaksikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii dan Presiden & CEO INPEX Corporation Takayuki Ueda.  

Sementara itu Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan nota Kesepahaman ini merupakan satu tahap pencapaian dari pengembangan Proyek LNG Abadi Masela. "Penyerapan gas oleh Pupuk Indonesia dan PLN menunjukkan komitmen Pemerintah dan industri hulu migas untuk memprioritaskan permintaan gas dari dalam negeri sebagai upaya bersama untuk meningkatkan daya saing industri nasional untuk membangun perekonomian Indonesia yang berkelanjutan,” kata Dwi Soetjipto

Sedangkan Presiden & CEO INPEX Takayuki Ueda mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Indonesia atas kerjasama yang telah dibangun dengan INPEX untuk mewujudkan Nota Kesepahaman ini.

“Kami senang dengan hasil kolaborasi bersama dengan Pemerintah Indonesia termasuk dengan Kementrian ESDM, SKK Migas, PLN dan Pupuk Indonesia tentang Nota Kesepahaman ini,” kata Ueda.

“Pelaksanaan Nota Kesepahaman ini akan meningkatkan kepastian dari Proyek LNG Abadi yang menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional Indonesia dan diharapkan mendorong optimisme masyarakat dan sektor industri di Indonesia serta pasar LNG internasional. Dengan semangat kebersamaan, kami yakin kita dapat mencapai tujuan bersama untuk membuat Proyek LNG Abadi ini berproduksi sesuai jadwal dan dapat berkontribusi bagi ekonomi Indonesia,” lanjutnya.

Kenji Kawano sependapat mengenai hal tersebut, sambil menambahkan bahwa kebutuhan gas Indonesia secara konsisten tumbuh dalam jangka panjang, sehingga minat gas dari perusahaan Indonesia menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh INPEX. (RH/Migas Indonesia)