Minggu, 22 Maret 2020

Hadapi Covid-19, SKK Migas Optimalkan Teknologi

Jakarta, OG Indonesia -- SKK Migas menyadari bahwa pencegahan penyebaran virus korona atau yang dikenal dengan Covid-19 membutuhkan keikutsertaan semua pihak, dan setiap warga Negara. SKK Migas menyatakan keprihatinan terhadap bencana non alam yang setiap hari memakan korban yang semakin banyak ini. Karenanya SKK Migas secara aktif turut melakukan upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19 tersebut.

Salah satu usaha yang dilakukan SKK Migas adalah menerapkan kebijakan pemanfaatan teknologi untuk kordinasi pekerjaan, penerapan social distancing (jaga jarak) dan kebijakan untuk bekerja dari rumah (work from home) untuk semua pekerja tanpa terkecuali. 

“Pemanfaatan Teknologi merupakan salah satu cara agar kita dapat bekerja dengan baik dan industri ini tetap terjaga,” kata Susana Kurniasih, Plt Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas dalam keterangannya, Minggu (22/3/2020).

Upaya ini adalah bagian dari kepedulian SKK Migas terhadap usaha tiap warga negara untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19. "Langkah ini juga merupakan upaya mendukung kebijakan pemerintah yang sudah dengan sekuat tenaga menyembuhkan saudara-saudara kita yang terjangkit, termasuk untuk menjaga agar industri hulu migas tetap berjalan dengan baik," papar Susana.

Ditambahkan olehnya, pihak SKK Migas menjamin tetap optimalnya kerja institusi maupun orang-orang yang terlibat di dalamnya. Di mana kebijakan work from home akan tetap mengoptimalkan agenda-agenda kerja yang bisa dilakukan. Rapat-rapat pun tetap diselenggarakan dengan memanfaatkan teknologi Informasi seperti video conference.

Susana melanjutkan, komitmen kepada pihak ketiga pun tetap dilaksanakan sesuai jadwal dan dilakukan “on desk”, secara daring, tanpa seremonial. Pelaksanaan komitmen ini juga termasuk komitmen pembayaran kepada pihak penyedia, sesuai kesepakatan dalam kontrak.

Sementara itu, segala perjalanan dinas SKK Migas baik dengan tujuan di dalam negeri maupun ke luar negeri dibatalkan. Seluruh pekerja dan keluarganya diminta tidak keluar rumah. Kebijakan ini efektif diberlakukan mulai Sabtu (20/3/2020) hingga waktu yang akan diputuskan oleh pemerintah. 

"SKK Migas memohon maaf sebesar-besarnya atas ekses pemberlakuan kebijakan ini. SKK Migas juga mengajak segenap elemen bangsa untuk membantu pemerintah dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 ini dan mengobati yang sakit. SKK Migas mendoakan agar para petugas medis yang berada di garda terdepan, tetap sehat dan diberi kekuatan.SKK Migas tetap membuka arus Informasi dan komunikasi dengan stakeholder, melalui email wfh@skkmigas.go.id," pungkasnya. (R1/Migas Indonesia)