Rabu, 11 Maret 2020

Pakar: Pengeboran Geothermal Tidak Pernah Akibatkan Gempa Bumi

Jakarta, OG Indonesia -- "Tidak pernah pemboran geothermal menyebabkan gempa. (Gempa) di Sukabumi kemarin diperkirakan oleh pergeseran sesar Citarik," demikian tanggapan singkat Pakar Geothermal, Ali Ashat yang juga Dosen Teknik Panas Bumi Kampus ITB Bandung, Rabu (11/3/2020).


Pernyataan tersebut disampaikan Ali ketika dimintai tanggapan terhadap adanya anggapan sebagian masyarakat sekitar area Geothermal  Gunung Salak yang mengaitkan gempa dengan aktivitas pengeboran geothermal.

Hal senada juga disampaikan oleh Bambang S. Jagakarsana, pengamat energi merdeka, bahwa pengeboran panas bumi dan juga migas tidak pernah menyebabkan gempa bumi. "Gak ada teorinya itu di kampus selama saya belajar migas dan panas bumi," tegasnya.

Kurangnya edukasi tentang industri panas bumi kepada masyarakat, dikatakan Bambang, menyebabkan salah kaprah seperti itu. Di sinilah pentingnya peran para ahli geothermal dan masyarakat kampus dalam memberikan pemahaman dan keilmuannya yang benar untuk kemaslahatan masyarakat luas.

Sementara itu Abdulrokhim, Pakar Geologi, Fakultas Geologi, Unpad Bandung, menjelaskan lebih lanjut soal anggapan yang tersebar tersebut. "Rasanya kok gak mungkin ya (pengeboran menyebabkan gempa). Gempa volkanik juga kan dari dapur magma, pemboran kan hanya di dangkal ya," terangnya.

Seperti diketahui telah terjadi gempa berkekuatan 5.0 di Sukabumi pada Selasa 10 Maret 2020 pukul 17.18 WIB yang diperkirakan akibat pergerakan sesar Citarik. Dilaporkan telah terjadi kerusakan berat maupun ringan terutama di wilayah Kecamatan Kalapa Nunggal dan Kabandungan, Sukabumi, serta kerusakan ringan di wilayah Pamijahan, Bogor. R2