Waduh Lagi-lagi, Lonjakan Tagihan PLN Terjadi di Bandung


Klarifikasi PLN Tentang Naiknya Tagihan Justru Bikin Rakyat Makin ...Bandung, OG Indonesia -- Salah satu masalah yang masih timbul di awal Juli 2020 ini yakni lonjakan tagihan listrik bagi pelanggan PLN. Permasalahan lonjakan tagihan ini juga sudah sering diutarakan alasannya oleh  pihak PLN, hanya saja pertanyaan yang timbul, haruskah kondisi lonjakan ini terus terjadi di tengah melemahnya perekonomian masyarakat efek dari pandemi COVID-19?




Lonjakan tagihan PLN pada bulan Juli 2020 ini dirasakan sendiri oleh Jurnalis OG Indonesia. Mengukur dari konsumsi listrik yang tidak ada perubahan selama 3 bulan sebelumnya, diasumsikan tagihan bulan Juli 2020 pun tidak akan berubah. Namun kenyataan yang terjadi adalah tagihan listrik justru melonjak hingga 4 kali lipat dari 3 bulan sebelumnya. 

"Tagihan listrik  bulan Juli 2020 melonjak drastis, di saat rumah pun banyak kosong, sangat disayangkan bila ini adalah salah satu cara kebijakan akumulasi yang diberlakukan PLN dengan tidak adanya petugas pencatat meter selama 3 bulan kemarin. Semua ditumpuk di bulan Juli 2020, di saat kondisi ekonomi rumah tangga pun belum pulih, sebagai pelanggan kami harus tetap menanggung risiko ini," ujar Bima, Jurnalis OG Indonesia yang berdomisili di Desa Jatiendah, Cilengkrang, Bandung. (13/7/2020)

Lonjakan tagihan listrik hingga 4 kali lipat ini dirasakan di Kota Bandung tepatnya pada PLN ULP Ujung Berung. Saat dikonfirmasi kepada Nana, petugas pencatat meter PLN setempat dirinya mengungkapkan bahwa selama 3 bulan ke belakang memang kebijakan PLN tidak mengutus petugas untuk mencatat meter, alhasil kondisi lonjakan ini terjadi akibat dari akumulasi tagihan-tagihan yang belum tertagih sebelumnya.

PLN Masih Pakai Petugas Catat Meter, Ketinggalan Zaman

Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI) Ferdinand Hutahaean mempertanyakan cara kerja PT PLN (Persero) yang ketinggalan zaman di era teknologi digital sekarang ini.

"Zaman teknologi sudah canggih, koq bisa PLN bekerja seperti era kuda gigit besi? Sementara hampir semua perusahaan besar skrg masuk era digitalisasi," cuit Ferdinand lewat akun Twitter-nya @FerdinandHaean3, Senin (8/6/2020) lalu.

Kepada OG Indonesia, Ferdinand Hutahaean mengatakan bahwa semestinya PLN sudah mampu menciptakan sebuah sistem atau mekanisme pencatatan kWh meter menggunakan teknologi yang sudah maju. "Misalnya, PLN menggunakan sistem digitalisasi kWh meter sehingga penggunaan daya konsumen bisa terbaca langsung di sistem PLN, atau menggunakan sistem kWh dua arah. Dengan demikian, PLN tidak bekerja seperti emak-emak penjual sayur di pasar yang hanya butuh kertas-kertas bekas untuk menulis total belanjaan atau penjualan," ucap Ferdinand.

Menurutnya sudah tidak zamannya lagi PLN masih mengirim tukang catat kWh, apalagi belum tentu juga pekerjaan pencatatannya dilakukan secara benar. Ferdinand mengungkapkan bahwa sistem kWh dua arah sebenarnya pernah muncul di PLN. "Tetapi entah kenapa malah hilang dan tidak jadi dilaksanakan. Ada apa ini dengan PLN?" tanyanya.

Fedinand pun tidak habis pikir mengapa PLN dengan para jajaran Direksi dan Komisarisnya tidak mampu menciptakan sebuah sistem yang cerdas untuk merekam penggunaan daya oleh konsumennya. "Padahal sistem seperti itu tentu bukan sesuatu yang sulit untuk diterapkan," ucapnya.

Dengan tegas Ferdinand pun menyebut PLN tega karena menambah beban rakyat di atas ketidakmampuannya dalam bekerja. "Kami menunggu masalah ini diselesaikan dengan kinerja bukan dengan retorika kata-kata," pungkasnya. MB




Waduh Lagi-lagi, Lonjakan Tagihan PLN Terjadi di Bandung Waduh Lagi-lagi, Lonjakan Tagihan PLN Terjadi di Bandung Reviewed by OG Indonesia on 21.30 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.