Ladang Angin Terapung Pertama di Dunia Beroperasi di Lepas Pantai Portugal


Viana do Castelo, OG Indonesia -- Ladang angin terapung semi-submersible pertama di dunia akhirnya selesai dibangun dan mulai beroperasi setelah proyek WindFloat Atlantic di lepas pantai Portugal beroperasi penuh memasok energi bersih ke jaringan listrik Portugal.

Dikutip dari laman resminya, pada Senin (27/7/2020) lalu, Repsol mengumumkan bahwa sambungan dari tiga anjungan terakhir dari ladang angin terapung tersebut sudah terhubung ke kabel ekspor sepanjang 20 km yang menghubungkan ladang angin ke gardu induk di Viana do Castelo, Portugal. 

Proyek WindFloat Atlantic sendiri dipimpin oleh konsorsium Windplus, yang terdiri dari EDP Renewables (54,4%), ENGIE (25%), Repsol (19,4%) dan Principle Power Inc. (1,2%). Dengan total kapasitas terpasang 25 MW, WindFloat Atlantic akan menghasilkan energi yang cukup untuk memasok setara dengan 60.000 pengguna per tahun, dan menghemat hampir 1,1 juta ton CO2.

Windplus telah berhasil memasang dan menghubungkan tiga platform - berukuran tinggi 30 meter dengan jarak antar kolom 50 meter. Masing-masing mampu menampung turbin 8,4 MW, yang terbesar yang pernah dipasang di anjungan terapung.

Keberhasilan proyek ini terletak pada teknologinya. Teknologi tambatnya, misalnya, memungkinkan pemasangan di perairan dengan kedalaman lebih dari 100 meter, dan desainnya menawarkan stabilitas dalam cuaca dan kondisi laut yang buruk. 

Dengan keunggulan teknis ini, model Windfloat Atlantic dapat direplikasi di area lain di mana kondisi dasar laut yang buruk atau kedalaman air yang signifikan sehingga teknologi angin lepas pantai tetap di dasar laut tidak dapat digunakan. R2
Ladang Angin Terapung Pertama di Dunia Beroperasi di Lepas Pantai Portugal Ladang Angin Terapung Pertama di Dunia Beroperasi di Lepas Pantai Portugal Reviewed by OG Indonesia on 14.27 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.